Lupa Mematikan Teko Listrik, Kebakaran Tengah Malam Hanguskan Rumah Warga Sanankulon Blitar
Kebakaran hebat menghanguskan rumah milik Joko Purnomo (42), warga Desa Bendosari, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, pada Selasa (9/6/2026) dini hari. Peristiwa yang terjadi saat sebagian penghuni rumah tengah beristirahat itu diduga dipicu korsleting listrik dari teko pemanas air.
BLITAR, SJP - Kebakaran hebat menghanguskan rumah milik Joko Purnomo (42), warga Desa Bendosari, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, pada Selasa (9/6/2026) dini hari.
Peristiwa yang terjadi saat sebagian penghuni rumah tengah beristirahat itu diduga dipicu korsleting listrik dari teko pemanas air.
Api pertama kali diketahui sekitar pukul 00.30 WIB oleh Ayu Sulitianingrum, istri pemilik rumah. Saat itu ia melihat kobaran api muncul dari bagian belakang bangunan dan segera berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Mendengar teriakan tersebut, warga berdatangan untuk membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Mereka juga berusaha menyelamatkan sejumlah barang berharga milik keluarga korban. Namun, proses penyelamatan tidak berjalan maksimal karena aliran listrik terputus sehingga kondisi rumah menjadi gelap.
Laporan kejadian kemudian diteruskan ke petugas pemadam kebakaran Kabupaten Blitar. Tak lama berselang, petugas Damkar bersama anggota Polsek Sanankulon tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman.
Kasi Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Satpol PP Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel setelah menerima laporan dari warga.
"Begitu menerima informasi, petugas segera menuju lokasi dan melakukan pemadaman bersama unsur kepolisian serta warga setempat," ujar Tedy, Selasa (9/6/2026).
Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, api akhirnya berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Akibat kejadian tersebut, beberapa bagian rumah seperti kamar belakang, kamar tengah, dan ruang depan mengalami kerusakan parah.
Sejumlah perabot rumah tangga serta dokumen penting, di antaranya lemari, meja, kursi, kasur, ijazah, dan sertifikat, turut ludes terbakar.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.
Dari hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik yang berkaitan dengan penggunaan teko listrik untuk memasak air. Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum kejadian mertua korban sempat menggunakan teko listrik dan diduga lupa mematikannya.
"Penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik," pungkas Tedi. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

