Longsor Tutup Jalan Tulungagung-Trenggalek di Pagerwojo, 17 Jam Belum Ada Penanganan

Karena banyaknya material longsor, membuat pembersihan secara manual tidak memungkinkan untuk dilakukan.

01 Nov 2025 - 10:29
Longsor Tutup Jalan Tulungagung-Trenggalek di Pagerwojo, 17 Jam Belum Ada Penanganan
Personel gabungan berada di lokasi longsor yang menutup jalan di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Upaya penanganan tanah longsor yang menutup jalan Tulungagung-Trenggalek, di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, terkesan lamban. Sampai dengan berita ini ditulis atau 17 jam dari waktu kejadian, belum ada upaya pembersihan. Akibatnya, sampai dengan Sabtu (1/11/2025) siang pukul 10.00 WIB, jalan masih tertutup total dan belum bisa dilewati kendaraan.

Camat Pagerwojo, Setiono, mengatakan jajaran Forkopimcam yang berada di lokasi bersama personel TNI, Polri, dan BPBD Tulungagung, tidak bisa berbuat banyak. Karena banyaknya material longsor, membuat pembersihan secara manual tidak memungkinkan untuk dilakukan.

"Saat ini kita masih menunggu alat berat, karena tidak mungkin kita kerja bakti secara manual, karena longsornya begitu berat dan ini harus menggunakan alat berat," kata Setiono.

Menurut Setiono, sesuai dengan instruksi bupati, rencananya alat berat akan didatangkan pada hari Sabtu ini untuk melakukan pembersihan material longsor yang menutup badan jalan.

"Hari ini akan tiba alat berat tapi masih belum ada kepastian jam berapa. Tapi hari ini pasti datang," tuturnya.

Disinggung soal pencegahan kejadian longsor berulang, termasuk upaya reboisasi, Setiono menyebut hal itu masih akan dikoordinasikan dengan sejumlah pihak termasuk pihak Pemerintah Desa Kradinan selaku pemilik lahan.

Lokasi tanah longsor tersebut merupakan tanah kas desa yang dijadikan lahan pertanian yang ditanami jagung.

"Bisa kita lihat ini kontur tanahnya kan gembur seperti ini, kalau tidak ada penanaman pohon-pohon yang bisa menahan lonsor nanti kan akan terus seperti ini," imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Kradinan, Warsidin, mengungkapkan jika longsor yang menutup jalan ini cukup mengganggu aktifitas masyarakat, terutama distribusi susu sapi perah dari para peternak.

"Ada jalur alternatif di situ tapi ya tidak layak sebenarnya untuk roda empat muatan. Muatannya tidak bisa maksimal karena jalannya hanya bantuan jalan kecil," ungkap Warsidin.

Warsidin menceritakan, kejadian longsor terjadi pada Jumat (31/10/2025) sore sekira pukul 16.00 WIB. Longsoran tersebut terjadi setelah pembersihan material longsor sebelumnya yang terjadi pada Kamis sore baru saja selesai.

"Jadi sekitar jam 12.00 siang itu pembersihan baru selesai dilakukan oleh petugas BPBD, Damkar, dan warga, jam 16.00 WIB terjadi longsoran yang lebih besar," jelas Warsidin. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow