7 Rumah Warga dan 1 Kantor Desa di Trenggalek Rusak akibat Gempa
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek hingga Jumat siang pukul 13.30 WIB, kerusakan bangunan tersebar di Kecamatan Bendungan, Suruh, dan Munjungan. Pihak BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.
TRENGGALEK, SJP — Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 WIB.
Meski tak memicu kepanikan massal, getaran yang bersumber dari dasar laut tersebut mengakibatkan sedikitnya 7 rumah warga dan 1 kantor desa di empat kecamatan mengalami kerusakan fisik yang cukup parah.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek hingga Jumat siang pukul 13.30 WIB, kerusakan bangunan tersebar di Kecamatan Bendungan, Suruh, Munjungan dan Tugu. Beruntung, pihak BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, menjelaskan bahwa getaran gempa dirasakan warga dengan intensitas skala II MMI.
"Getaran ringan dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang. Namun, guncangan tersebut cukup untuk merusak konstruksi rumah yang rentan," ujar Triadi, Jumat (6/2/2026).
Kerusakan dilaporkan terjadi dengan tingkat keparahan bervariasi, mulai dari tembok retak hingga bangunan roboh
Di Desa Botoputih, Kecamatan Bendungan, tiga unit rumah milik Katimin mengalami tembok retak, dan rumah milik Selan dan Sugi mengalami kerusakan parah pada bagian atap rumah yang ambruk.
Sementara itu, Desa Suruh, Kecamatan Suruh, tercatat dua unit rumah yakni milik Jasad dan Sutaji mengalami tembok ambrol dan di Desa Masaran, Kecamatan Munjungan, satu unit rumah milik Soirin mengalami kerusakan dapur roboh.
Lalu di wilayah Kecamatan Tugu di Desa Winong, satu unit rumah milik Sumarti, tembok dan atap rumah ambruk. Selain itu Kantor Desa Winong juga mengalami tembok penyekat ambrol.
"Kerugian personel nihil. Untuk kerugian materiil, saat ini masih kami lakukan pendataan lanjutan dan verifikasi di lapangan bersama perangkat desa dan relawan," tambah Triadi.
Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 8,98° LS dan 111,18° BT. Pusat gempa berada di laut, berjarak sekitar 89 kilometer arah tenggara Kota Pacitan dengan kedalaman menengah, yakni 58 kilometer.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan.
"Warga diminta segera melaporkan setiap kerusakan tambahan atau kondisi darurat di lingkungan masing-masing kepada petugas," tandasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

