Harga Emas Melonjak, Tren Gadai di Gresik Meningkat Jelang Ramadan
Dalam operasional harian, total kunjungan nasabah di Kantor Pegadaian Cabang Gresik kini menyentuh angka 50 orang per hari.
GRESIK, SJP — Momentum kenaikan harga logam mulia dimanfaatkan warga di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, untuk memperpanjang masa gadai sekaligus menambah nilai pinjaman menjelang bulan suci Ramadan. Fenomena ini memicu lonjakan kunjungan nasabah yang meningkat hampir dua kali lipat selama dua bulan terakhir.
Manajer Bisnis Kantor Pegadaian Cabang Gresik, Sri Utami, mengungkapkan bahwa pihaknya mencatat penambahan sedikitnya 10 nasabah baru setiap harinya.
Sementara itu, efisiensi transaksi juga terlihat melalui platform digital; aplikasi Tring mencatatkan peningkatan aktivitas hingga 38 transaksi.
Dalam operasional harian, total kunjungan nasabah di Kantor Pegadaian Cabang Gresik kini menyentuh angka 50 orang per hari.
"Jika pada hari biasa rata-rata hanya sekitar 25 transaksi, saat ini jumlahnya meningkat dua kali lipat dibandingkan periode normal," ujar Sri, Jumat (6/2/2026).
Sri mengakui bahwa lonjakan harga emas menjadi stimulus bagi nasabah untuk mengajukan penambahan nilai gadai.
Ia menyebutkan bahwa dalam dua bulan terakhir, tren permintaan penambahan nilai gadai oleh nasabah mencapai titik maksimal.
Besaran penambahan nilai tersebut bervariasi, sangat bergantung pada kadar emas yang diagunkan oleh nasabah.
"Rata-rata nasabah memantau kenaikan harga dan meminta penambahan nilai maksimal. Sebagai gambaran, jika kenaikan harga emas saat ini mencapai 28 persen, aset yang semula bernilai Rp100 juta bisa naik nilai plafonnya hingga Rp200 juta," jelasnya.
Sri menambahkan bahwa gelombang permintaan penambahan nilai pinjaman ini mulai terasa signifikan sejak bulan Januari lalu.
Menurutnya, fluktuasi harga emas saat ini memberikan keuntungan tersendiri bagi masyarakat yang memiliki simpanan logam mulia.
"Aset emas saat ini sangat mendominasi barang yang diagunkan. Untuk alat elektronik justru sangat jarang; bahkan selama satu bulan terakhir tidak ada sama sekali," tegas Sri.
Praktik menggadaikan emas tetap menjadi solusi likuiditas instan bagi warga karena prosesnya yang cepat dan keamanan aset yang terjamin sebagai jaminan.
Adapun faktor pendorong utama meningkatnya transaksi ini adalah lonjakan kebutuhan rumah tangga. Kenaikan harga pangan, persiapan biaya mudik, hingga kebutuhan belanja perlengkapan hari raya menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam mencari dana segar melalui Pegadaian. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

