Lima Ibu Hamil di Blitar Reaktif HIV

Hingga saat ini, pihak Dinkes belum mengetahui secara pasti kronologi atau penyebab kelima ibu hamil tersebut terpapar virus.

15 Jul 2026 - 08:00
Lima Ibu Hamil di Blitar Reaktif HIV
Ilustrasi (Kemenkes)

BLITAR, SJP–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar memberikan perhatian dan pendampingan khusus kepada lima orang ibu hamil di wilayahnya yang dinyatakan reaktif HIV. 

Pendampingan ketat ini dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan kesehatan ibu dan janin tetap terjaga hingga proses persalinan tiba.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Cristine Indrawati, menjelaskan bahwa kondisi kelima ibu hamil tersebut diketahui setelah mereka menjalani skrining atau deteksi dini kesehatan. Skrining ini merupakan pemeriksaan wajib bagi setiap ibu hamil untuk mendeteksi tiga penyakit menular, yaitu HIV, sifilis, dan hepatitis B.

"Pemeriksaan ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini dan mencegah penularan tiga penyakit menular tersebut dari ibu kepada bayinya," ujar Cristine pada Selasa (14/7/2026).

Hingga saat ini, pihak Dinkes belum mengetahui secara pasti kronologi atau penyebab kelima ibu hamil tersebut terpapar virus. ..Cristine menegaskan bahwa HIV umumnya menular melalui pertukaran cairan tubuh tertentu, seperti darah atau cairan tubuh lainnya.

Sebagai langkah penanganan cepat, Dinkes Kabupaten Blitar telah menyusun rencana tindak lanjut yang komprehensif bagi kelima ibu hamil tersebut. 

Pertama adalah pemantauan rutin bulanan, kelima ibu hamil diwajibkan untuk rutin memeriksakan kandungan mereka setiap bulan ke fasilitas kesehatan agar kondisi kesehatan ibu dan janin terus terpantau.

Kedua kesiapan fasilitas kesehatan, dinkes telah menyiapkan fasilitas kesehatan tingkat pertama (seperti puskesmas) yang dilengkapi dengan tenaga kesehatan terlatih. Tenaga medis ini disiapkan secara khusus untuk menangani proses persalinan ibu hamil dengan kondisi reaktif HIV agar berjalan aman bagi ibu maupun bayi.

Belajar dari kasus ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengimbau kepada seluruh ibu hamil di wilayahnya agar tidak ragu atau takut untuk menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin, termasuk mengikuti skrining HIV, sifilis, dan hepatitis B.

Deteksi dini yang dilakukan sejak awal kehamilan serta pemberian pengobatan yang tepat sangat krusial. Langkah ini terbukti dapat menurunkan risiko penularan virus dari ibu ke anak secara signifikan, sekaligus meningkatkan keselamatan jiwa ibu dan bayi yang akan dilahirkan. (**) 

Sumber: Beritasatu.com

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow