Libur Panjang Dongkrak Wisata Batu, Mei 2026 Diproyeksi Tembus 560 Ribu Kunjungan
Selain peningkatan jumlah kunjungan, durasi tinggal wisatawan juga diprediksi ikut meningkat. Rata-rata wisatawan diperkirakan menginap selama dua hingga tiga malam, terutama pada periode libur panjang akhir pekan.
KOTA BATU, SJP – Dinas Pariwisata Kota Batu memproyeksikan lonjakan signifikan kunjungan wisatawan selama Mei 2026. Momentum rangkaian libur nasional dan cuti bersama diperkirakan mendorong angka kunjungan menembus 540 ribu hingga 560 ribu wisatawan dalam satu bulan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto pada Kamis (14/5/2026) menjelaskan, optimisme tersebut muncul setelah tren wisata Kota Batu kembali bergerak naik pasca-fluktuasi kunjungan pada awal tahun. Di mana, Mei diprediksi menjadi bulan dengan trafik wisata tertinggi di semester pertama 2026, setelah Januari lalu sempat mencatat lonjakan besar saat momentum libur tahun baru.
"Kalender libur nasional yang cukup padat menjadi faktor utama meningkatnya mobilitas wisatawan menuju Kota Wisata Batu. Pada Mei 2026 ini kami perkirakan menjadi bulan dengan kunjungan tertinggi di semester pertama setelah Januari 2026,” ujarnya.
Ia menyebut sejumlah momentum yang diprediksi memicu lonjakan wisatawan antara lain libur Hari Buruh pada 1 Mei, Kenaikan Yesus Kristus beserta cuti bersama pada 14-15 Mei, Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah pada 27 Mei, hingga libur Hari Raya Waisak pada akhir bulan.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kota Batu, jumlah kunjungan wisatawan pada Januari 2026 mencapai 630.438 orang. Angka tersebut kemudian turun menjadi 354.292 wisatawan pada Februari dan kembali terkoreksi menjadi 311.862 wisatawan selama Maret 2026.
Secara rata-rata, kunjungan bulanan wisatawan ke Kota Batu selama triwulan awal 2026 berada di kisaran 432 ribu orang, dengan prosentase data masuk sebesar 77,7 persen hingga 30 April 2026.
“Lonjakan kunjungan Mei ini dipengaruhi banyaknya long weekend yang mendorong wisatawan melakukan perjalanan keluarga maupun short vacation ke Kota Batu,” tambahnya.
Disparta juga memperkirakan mayoritas wisatawan masih berasal dari wilayah Jawa Timur. Namun, kontribusi wisatawan dari Jakarta dan Jawa Barat mulai menunjukkan peningkatan dibanding bulan sebelumnya.
Kondisi tersebut diyakini akan berdampak langsung terhadap okupansi hotel, vila, homestay, hingga sektor pendukung wisata lainnya seperti kuliner, transportasi, dan pusat oleh-oleh.
“Sehingga kami optimistis akomodasi dan destinasi wisata keluarga akan mengalami peningkatan signifikan selama Mei ini,” tandas Onny. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

