Lapas Bondowoso Pertahankan Status Bebas Narkoba, Hasil Tes Urine Seluruh Warga Binaan Negatif
Razia gabungan malam Ahad di Lapas Bondowoso tak temukan narkoba. Kepala Lapas Nunus Ananto pastikan sinergi aparat terus diperkuat.
BONDOWOSO, SJP - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bondowoso kembali menunjukkan komitmennya dalam memerangi peredaran narkotika di dalam lembaga pemasyarakatan. Dalam operasi gabungan yang digelar pada Sabtu malam (25/10/2025), seluruh warga binaan dinyatakan negatif dari hasil tes urine.
Kegiatan tersebut melibatkan jajaran TNI, Polri, dan Brimob, serta dilaksanakan atas instruksi langsung dari Agus Andrianto saat ini menjabat sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, dan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Jenderal Mashudi, sebagai bagian dari operasi nasional pencegahan narkotika di seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah, malam ini kita bisa melaksanakan operasi gabungan dengan lancar. Dari hasil tes urine, seluruh warga binaan dinyatakan negatif narkotika,” ujar Kepala Lapas Kelas IIB Bondowoso, Nunus Ananto, saat dikonfirmasi pada Ahad (26/10/2025).
Dalam operasi tersebut, petugas gabungan juga melakukan razia di blok hunian untuk memastikan tidak ada barang terlarang beredar di dalam Lapas. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan narkotika. Namun, petugas menemukan beberapa barang yang dilarang, seperti alat tajam rakitan yang dibuat dari sendok dan bekas korek api.
“Temuan paling signifikan hanyalah skin yang terbuat dari bahan sendok dan bekas korek api. Tidak ditemukan narkoba sama sekali. Semua barang yang disita sudah diamankan untuk penertiban lebih lanjut,” jelas Nunus.
Nunus menegaskan, operasi ini menjadi bukti nyata sinergi antara Lapas, TNI, dan Polri dalam menjaga lingkungan pemasyarakatan yang aman dan bersih dari narkoba. Ia juga memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
“Kami berkomitmen mempertahankan predikat Lapas Bondowoso sebagai Lapas yang bebas dari peredaran narkotika. Ini tanggung jawab besar yang harus kita jaga bersama, dengan kerja keras dan dukungan semua pihak,” tegasnya.
Selain memerangi narkoba, operasi gabungan ini juga menindak tegas kepemilikan barang terlarang lainnya seperti telepon genggam, senjata tajam, dan benda berbahaya lainnya. Nunus menambahkan bahwa pengawasan dan pemeriksaan akan terus diperketat, khususnya terhadap barang-barang logam yang berpotensi disalahgunakan.
“Kami ingin memastikan tidak ada celah bagi penyalahgunaan di dalam Lapas. Semua kegiatan dilakukan dengan pendekatan tegas, terukur, dan humanis,” pungkasnya.
Dengan hasil operasi tersebut, Lapas Kelas IIB Bondowoso kembali membuktikan komitmennya sebagai lembaga pemasyarakatan yang bersih, aman, dan bebas dari narkoba, sekaligus menjadi contoh positif bagi satuan kerja pemasyarakatan lain di Indonesia. (*)
What's Your Reaction?

