Kunjungan Paus Fransiskus ke Asia Tenggara Terpanjang Sepanjang Sejarah

Dalam pernyataan yang mengumumkan kunjungan tersebut, Kementerian Luar Negeri Indonesia menyambut baik kunjungan tersebut dan mengingatkan bahwa kunjungan tersebut semula dijadwalkan pada tahun 2020 namun ditunda karena pandemi Covid-19

13 Apr 2024 - 01:30
Kunjungan Paus Fransiskus ke Asia Tenggara Terpanjang Sepanjang Sejarah
Paus Fransiskus (87) akan kunjungi Jakarta, Indonesia; Port Moresby dan Vanimo, Papua Nugini; Dili, Timor Timur; dan Singapura (AP/SJP)

Kota Vatikan, SJP - Paus Fransiskus akan kunjungi Indonesia, Timor Timur, Papua Nugini dan Singapura pada bulan September, begitu sebut rilis dari Vatikan seperti yang dilansir  dari Jakarta Globe.

Pihak Vatikan sebut perjalanan ini adalah yang terpanjang kepausan Fransiskus yakni sejak 2 hingga 13 September.

Paus Fransiskus (87) akan kunjungi Jakarta, Indonesia; Port Moresby dan Vanimo, Papua Nugini; Dili, Timor Timur; dan Singapura.

Kesehatan Paus Fransiskus telah menjadi sumber kekhawatiran dan spekulasi, meskipun Paus mampu melaksanakan jadwal pertemuan yang padat di Vatikan dan bahkan kunjungan ke paroki-paroki setempat.

Paus Fransiskus, yang salah satu paru-parunya telah diangkat saat masih muda, harus membatalkan rencana kunjungannya ke Dubai akhir tahun lalu setelah ia menderita penyakit bronkitis yang parah.

Dia menderita masalah pernapasan sepanjang musim dingin dan harus membatasi partisipasinya dalam acara Pekan Suci untuk menghemat energinya menjelang Paskah.

Paus Fransiskus juga telah menggunakan kursi roda selama hampir dua tahun karena cedera ligamen lutut dan mengatakan bahwa perjalanan menjadi semakin sulit.

Namun dalam 11 hari, perjalanan tersebut akan menjadi perjalanan terlama dalam masa kepausan Fransiskus, melebihi beberapa hari perjalanan panjangnya ke Amerika pada awal masa kepausannya yang ke-11.

Ia akan kunjungi Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia, serta bekas jajahan Portugis di Timor Timur, di mana Gereja Katolik mempunyai pengaruh yang sangat besar.

Ada juga kemungkinan bahwa perjalanan lain akan ditambahkan ke Vietnam dimana Menteri Luar Negeri Vatikan, Uskup Agung Paul Gallagher, berada di Vietnam dan membahas kunjungan Paus Fransiskus.

Dalam pernyataan yang mengumumkan kunjungan tersebut, Kementerian Luar Negeri Indonesia menyambut baik kunjungan tersebut dan mengingatkan bahwa kunjungan tersebut semula dijadwalkan pada tahun 2020 namun ditunda karena pandemi Covid-19.

“Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia mempunyai arti penting bagi masyarakat Indonesia, tidak hanya bagi umat Katolik tetapi juga bagi seluruh umat beragama. Kunjungan ini juga diharapkan dapat memperkuat pesan toleransi, persatuan, dan perdamaian dunia,” demikian pernyataan tersebut.

Indonesia adalah rumah bagi sekitar 242 juta Muslim dan 29 juta Kristen – 8,5 juta di antaranya beragama Katolik – menurut laporan Kementerian Agama pada tahun 2022.

Timor Timur, yang saat ini berpenduduk sekitar 1,2 juta orang, adalah satu-satunya negara yang mayoritas penduduknya beragama Kristen di Asia Tenggara, kecuali Filipina. Menurut sensus tahun 2015, 97,6 persen penduduk Timor Timur beragama Katolik.

Paus Fransiskus akan menjadi Paus pertama yang mengunjungi Papua Nugini sejak Santo Yohanes Paulus II berkunjung ke sana pada tahun 1984. Negara ini, yang merupakan bagian strategis dan penting di Pasifik Selatan, sedang berjuang melawan kekerasan suku dan kerusuhan sipil.

John Paul juga mengunjungi Singapura pada tahun 1986. Negara ini saat ini adalah rumah bagi 395.000 umat Katolik dan Fransiskus pada tahun 2022 mengangkat uskup agung Singapura sebagai kardinal pertama.

Dalam sebuah pernyataan menyambut kunjungan tersebut, Kardinal William Goh mengatakan kunjungan ini  akan membawa semangat baru bagi seluruh umat Katolik di Singapura, menyatukan mereka dalam iman dan misi, terutama di masa-masa paling sulit ini.(**)

Sumber: Jakarta Globe

Editor: Tri Sukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow