Konser Caroline Fischer Meriahkan Nataru Dengan Melodi Natal Klasik dan Modern

Wisma Jerman hadirkan Caroline Fischer, pianis asal Jerman dalam konser bertajuk “Magical Christmas Fantasies” yang memadukan melodi Natal klasik dan modern di Auditorium Benedictus, Gedung Benedictus lt.4, Kampus Dinoyo, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS)

17 Dec 2023 - 00:45
Konser Caroline Fischer Meriahkan Nataru Dengan Melodi Natal Klasik dan Modern
Penampilan Caroline yang membawakan musik dari album terbarunya dalam konser (SJP)

Surabaya, SJP - Meriahkan momen jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Wisma Jerman kembali hadirkan Caroline Fischer, pianis asal Jerman dalam konser bertajuk “Magical Christmas Fantasies” yang memadukan melodi Natal klasik dan modern.

Caroline sendiri sudah pernah menggelar konser di Surabaya di tahun 2022 lalu.

Kali ini, setelah sukses melakukan tur konser di berbagai negara, dirinya kembali melakukan konser di Indonesia tepatnya di Auditorium Benedictus, Gedung Benedictus lt.4, Kampus Dinoyo, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS),

"Magical Christmas Fantasies" yang menjadi tajuk dari konser ini juga merupakan nama dari album terbaru Caroline yang telah dirilis pada awal November 2023 lalu dan sudah bisa didengarkan di berbagai platform streaming musik.

"Saya sangat senang bisa ada disini (Surabaya), kali ini saya ingin membawakan sekaligus mengenalkan album ke-5 saya yakni Magical Christmas Fantasies yang penuh dengan unsur fantasi dan dipadukan dengan melodi Natal dari Jerman dan Eropa secara umum," jelas Caroline, Sabtu (16/12/2023).

Caroline mengungkapkan bahwa dalam album terbarunya ini terkandung inspirasi yang diambil dari komposer ternama seperti Bach dan Mozart, juga musik "The Nutcracker" yang diciptakan oleh Pyotr Ilyich Tchaikovsky.

Caroline sempat bercerita bahwa dirinya sudah lama ingin membuat album ini, bahkan dia sempat pergi ke perpustakaan untuk mencari inspirasi agar menemukan kombinasi yang cocok untuk memadukan melodi lagu Natal lama (klasik) dan juga baru (modern) menjadi suatu harmoni yang baru.

Singkat cerita setelah inspirasi tersebut ia dapat, dirinya segera melakukan rekaman di Jerman, tepatnya di Kota Berlin dan lahirlah album "Magical Christmas Fantasies" yang dibawakan dalam konser kali ini.

"Saya dengan senang hati ingin menggelar konser kembali di Indonesia tahun depan, karena saya sangat suka berada disini, tahun lalu saya juga tampil di Surabaya. Saya suka orang-orangnya, mereka sangat ramah dan makanan disini juga sangat enak," ujar Caroline dengan nada bercanda.

Setelah tur konser di Tunisia, Afrika, Laos, Vietnam, Malaysia, dan terakhir di Indonesia ini berakhir, Caroline mengungkapkan bahwa rencana selanjutnya adalah mengambil libur Natal di Bali untuk menutup tahun 2023.

Selain penampilan dari Caroline, konser ini juga diiringi oleh kelompok musik, String Orchestra of Surabaya (SOOS). Finna Kurniawati selaku founder dari SOOS mengungkapkan bahwa mereka hadir dalam konser ini dengan keinginan untuk memberikan sekaligus menikmati momen meriah jelang Nataru.

"Kami disini ya enjoy the moment. Walaupun sayang kita tidak bisa full team, hanya 33 anggota yang ikut dari total 60 orang karena sudah banyak anggota yang memiliki rencana liburan bersama keluarga," ujarnya.

Dijelaskan oleh Finna bahwa SOOS masih menggunakan jalur musik klasik, jadi mereka iringi konser ini dengan membawakan musik instrumental klasik berjudul "Turkish March" karya Beethoven dan medley Christmas Song untuk membawakan atmosfer Natal di Surabaya.

Masih di lokasi yang sama, Direktur Wisma Jerman yakni Mike Neuber menuturkan bahwa kegiatan ini adalah salah satu upaya Wisma Jerman untuk memberikan konstribusi dalam bidang kebudayaan di Surabaya.

"Selain mengenalkan kesenian musik Eropa, kegiatan ini juga berada di momen yang pas untuk memeriahkan Nataru. Bahkan tadi saya membayangkan dan merasa seperti ada salju yang turun akibat musik yang dibawakan oleh Caroline dan SOOS," ujar Mike kepada Suarajatimpost.com.

Selain itu, ada juga Kuncoro Foe selaku Rektor dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). Kuncoro merasa sangat senang karena UKWMS yang sering berkolaborasi dalam giat kebudayaan luar negeri seperti Belanda dan Prancis, akhirnya bisa berkolaborasi dengan Wisma Jerman untuk hadirkan konser ini.

"Kekuatan dan keindahan dari musik, budaya dan kesenian itu sangat dibutuhkan untuk mengimbangi sifat pragmatis manusia. Utamanya disaat keadaan masa kini yang penuh manusia rakus bahkan sudah terjadi perang dimana-mana," ujar Kuncoro.

"Ini penting, terutama untuk Gen-Z yang kerap kali memiliki pemikiran yang pragmatis. Mereka memang lebih suka dengan hard science, tetapi itu juga harus diimbangi dengan Art dan Humanities yang bisa dihadirkan melalui kegiatan seperti ini," pungkasnya. (*)

editor: trisukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow