Kondisi Membaik, Dua Pasien Korban Keracunan Makanan Posyandu di Tulungagung Dipulangkan
Hingga laporan dibuat pada Kamis, 19 Juni 2025, pukul 16.40 WIB, belum ditemukan penambahan kasus baru dalam insiden keracunan tersebut.
TULUNGAGUNG, SJP—Kondisi empat pasien korban keracunan saat menyantap hidangan posyandu di Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, mulai membaik.
Dua di antaranya sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing pada Jumat (20/6/2025). Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Anna Sapti Saripah.
"Yang dua yang dirawat di Klinik dr. Emi sudah pulang," ucapnya, Jumat (20/6/2025).
Dua pasien yang sebelumnya dirawat di Puskesmas Boyolangu itu, merupakan balita usia 3 dan 4 tahun. Sedangkan dua pasien lainnya seorang balita usia 3 tahun dan lansia usia 70 tahun. Sampai Kamis sore, mereka masih dirawat di RSUD dr. Iskak Tulungagung.
Tim Surveilans Dinkes Tulungagung mencatat, dari 65 orang yang mengonsumsi nasi soto di kegiatan posyandu, terdiri dari 21 laki-laki dan 44 perempuan dengan beberapa kriteria usia.
Dari 65 orang tersebut, 58 orang di antaranya mengalami gejala keracunan. Mereka mengeluh sakit dengan gejala pusing, mual, muntah, sakit perut, demam, dan diare.
Rincian dari 58 orang tersebut yaitu usia balita 21 orang, usia 6 hingga 14 tahun 8 orang, usia 15 hingga 44 tahun 28 orang, usia 45 hingga 59 tahun 5 orang, dan usia di atas 60 tahun 3 orang.
Dinkes Tulungagung telah mengambil sampel makanan sisa untuk dikirim ke laboratorium RSUD dr. Iskak dan BBLKM Surabaya untuk diuji lebih lanjut pada Kamis (19/6/2025).
Selain itu, tim kesehatan juga mengumpulkan data epidemiologi untuk mengidentifikasi sumber pasti kontaminasi dan melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi para korban.
Hingga laporan dibuat pada Kamis, 19 Juni 2025, pukul 16.40 WIB, belum ditemukan penambahan kasus baru dalam insiden keracunan tersebut.
“Analisis lebih lanjut masih dilakukan untuk mengetahui makanan penyebab keracunan atau paparan yang terkontaminasi oleh kuman atau bakteri penyebab penyakit," imbuhnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

