Menuju Kabupaten Sehat, Nganjuk Fokus Perkuat Peran Forum Kecamatan
Program pembinaan intensif ini ditargetkan menyasar lima Kecamatan untuk periode anggaran tahun ini.
NGANJUK, SJP – Upaya memperkuat implementasi program Kabupaten Sehat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui pembinaan kelembagaan Forum Kabupaten Sehat di tingkat kecamatan. Kecamatan Sukomoro menjadi salah satu wilayah yang mendapat pendampingan guna memastikan berbagai program dan aktivitas masyarakat berjalan selaras dengan indikator penilaian Kabupaten Sehat.
Pembinaan tersebut dinilai penting sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus meningkatkan kesiapan daerah menghadapi proses verifikasi tingkat provinsi. Keberhasilan pada tahapan ini menjadi penentu bagi Kabupaten Nganjuk untuk dapat melanjutkan langkah menuju penghargaan Kabupaten Sehat pada periode berikutnya.
Ketua Forum Kabupaten Sehat Nganjuk, Heni Rochtanti, menjelaskan bahwa selama ini berbagai kegiatan yang mendukung terciptanya lingkungan sehat sebenarnya telah berjalan di tingkat kecamatan. Namun, kegiatan tersebut masih perlu diintegrasikan agar sejalan dengan sembilan tatanan dalam program Kabupaten Sehat.
"Pembinaan hari ini bertujuan meningkatkan kelembagaan forum di tingkat kecamatan. Sebenarnya kegiatan yang ada sudah mencakup sembilan tatanan Kabupaten Sehat, mulai dari kehidupan masyarakat mandiri hingga penanggulangan bencana. Wilayah seperti Ngetos misalnya, memiliki kerawanan terhadap puting beliung dan banjir sehingga aspek kesiapsiagaan bencana juga menjadi perhatian," ujar Heni, Selasa (23/6/2026).
Menurut Heni, Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk berperan sebagai leading sector yang mengoordinasikan sekaligus memfasilitasi pelaksanaan program tersebut. Pada tahun anggaran 2026, pembinaan intensif ditargetkan menjangkau lima kecamatan.
Ia mengakui tidak mengetahui secara rinci besaran anggaran yang dialokasikan karena pengelolaannya berada di bawah kewenangan Dinas Kesehatan.
"Dinkes yang lebih mengetahui terkait anggarannya. Kalau untuk kegiatan di kecamatan biasanya digunakan untuk kebutuhan operasional seperti honor dan konsumsi," katanya.
Heni juga menyebut para petugas pelaksana memperoleh honorarium berbasis kegiatan. Pemberian honor tidak dilakukan setiap bulan, melainkan menyesuaikan agenda yang telah dijadwalkan.
"Honor itu ada, tetapi tidak diberikan sepanjang tahun. Dalam setahun sekitar empat kali sesuai kegiatan yang dilaksanakan," ujarnya.
Program pembinaan Forum Kabupaten Sehat sendiri telah berjalan secara rutin sejak 2024. Untuk menjangkau seluruh wilayah sasaran, pelaksanaannya dibagi ke dalam beberapa tim pendamping.
"Harapan kami koordinasi antar-tatanan di tingkat kecamatan semakin kuat sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana," tambah Heni.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, I Ketut Wijayadi, menjelaskan bahwa pembinaan intensif pada tahun genap memiliki arti penting dalam tahapan penilaian Kabupaten Sehat. Menurutnya, apabila verifikasi tingkat provinsi tidak dapat dilalui pada tahun pembinaan, maka peluang mengikuti penilaian pada tahun berikutnya otomatis tertutup.
"Pembinaan tahun genap ini menjadi fondasi utama. Jika tidak lolos verifikasi provinsi, maka Kabupaten Nganjuk tidak bisa melaju untuk meraih penghargaan Kabupaten Sehat pada tahun ganjil berikutnya," jelasnya.
Ia menambahkan, program nasional yang telah berjalan selama satu dekade di Kabupaten Nganjuk tersebut kini dipimpin oleh Heni Rochtanti sebagai ketua forum periode kedua.
Namun demikian, pelaksanaan program tahun ini harus menyesuaikan kondisi efisiensi anggaran daerah. Berbeda dengan dua tahun sebelumnya ketika seluruh 20 kecamatan dapat dikunjungi dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, tahun ini pembinaan difokuskan pada lima kecamatan prioritas.
I Ketut mengungkapkan bahwa alokasi anggaran Forum Nganjuk Sehat mengalami dinamika dari tahun ke tahun. Sejak forum dibentuk pada 2016, anggaran sempat berada pada kisaran Rp25 juta, kemudian meningkat menjadi Rp50 juta, Rp75 juta, Rp100 juta, hingga mencapai puncak Rp300 juta pada 2023.
"Untuk tahun 2026 anggaran mengalami penyesuaian dan ditetapkan sebesar Rp150 juta untuk mendukung kegiatan Forum Nganjuk Sehat," katanya.
Dalam satu tahun, koordinasi dan evaluasi program dilaksanakan sedikitnya empat kali. Dinas Kesehatan juga mencatat pada tahun sebelumnya masih terdapat sisa anggaran akibat keterbatasan waktu pelaksanaan serta berkurangnya jumlah petugas lapangan yang melakukan kunjungan ke wilayah-wilayah binaan.
Meski demikian, Dinas Kesehatan memastikan seluruh anggaran, termasuk dana operasional dan honorarium petugas yang telah memiliki Surat Keputusan (SK) Bupati, akan dikelola secara optimal guna mendukung terwujudnya visi pembangunan daerah melalui program Kabupaten Sehat. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

