Korsleting Diduga Jadi Pemicu, Kebakaran Gudang Tembakau di Bondowoso Merembet ke Tiga Rumah Warga
Kebakaran gudang tembakau PT Sadana Arif Nusa di Desa Pancoran, Bondowoso, merambat ke tiga rumah warga. Tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta.
BONDOWOSO, SJP – Kebakaran hebat melanda gudang tembakau milik PT Sadhana Arif Nusa di Dusun Wringin Tapung, Desa Pancoran, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Senin (22/6/2026) petang. Kobaran api yang diduga berasal dari korsleting listrik itu tidak hanya menghanguskan gudang penyimpanan, tetapi juga merambat ke tiga rumah warga di sekitar lokasi.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.30 WIB di Jalan Mastrip RT 14 RW 05. Asap pekat dan kobaran api yang membumbung tinggi sempat membuat panik warga sekitar. Material gudang yang mudah terbakar menyebabkan api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 18.00 WIB dan segera mengerahkan tim ke lokasi bersama unsur gabungan untuk melakukan pemadaman serta penanganan darurat.
Berdasarkan hasil asesmen awal BPBD, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting arus listrik di area gudang tembakau. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Menurut keterangan salah satu pemilik rumah terdampak, Tuama, dirinya sempat mendengar suara ledakan dari bagian tengah rumah sebelum api menyambar bangunan.
"Saya mendengar suara ledakan dari ruang tengah rumah. Saat keluar rumah, api sudah besar dan langsung menyambar bangunan," ungkapnya.
Api kemudian merambat ke rumah-rumah yang berada di sekitar lokasi sehingga menyebabkan tiga unit rumah warga mengalami kerusakan kategori sedang. Selain itu, gudang tembakau berukuran sekitar 50 x 15 meter turut mengalami kerusakan parah. Sedikitnya 200 palet kayu yang berada di dalam gudang ikut terbakar.
Untuk memadamkan api, BPBD Bondowoso bersama Damkar, TNI, Polri, PMI, DLH, Pemerintah Kecamatan Bondowoso, Pemerintah Desa Pancoran, serta sejumlah relawan dan warga setempat menerjunkan armada tangki air dalam jumlah besar. Total sedikitnya sembilan armada suplai air dikerahkan, termasuk mobil pemadam kebakaran, truk tangki BPBD, water canon Polres Bondowoso, hingga kendaraan tangki milik TNI dan PMI.
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo menyebutkan, proses pemadaman menghadapi kendala karena banyaknya bahan mudah terbakar di dalam gudang. Meski demikian, upaya penanganan berhasil mencapai 100 persen dan api dapat dikendalikan pada malam hari.
"Poses pemadaman memakan waktu berjam-jam dan petugas masih melakukan pendinginan di area terdampak untuk mengantisipasi munculnya titik api baru," pungkasnya.
Saat ini, kondisi di lokasi kejadian telah berangsur kondusif. Petugas gabungan masih melakukan pemantauan dan pendataan lanjutan terhadap kerusakan bangunan serta kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

