Gus Yahya Tegaskan Warga NU Siap Berkorban Demi Kepentingan Tanah Air
Nahdlatul Ulama, jelasnya, akan selalu konsisten hadir untuk menjaga serta melestarikan bangsa dan negara. Ia memastikan bahwa seluruh kiai, pemimpin, dan kader NU yang hadir merupakan representasi dari rakyat yang loyal terhadap NKRI.
KEDIRI, SJP - Gelaran Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 resmi ditutup pada Selasa (23/6/2026). Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Yahya Cholil Tsaquf (Gus Yahya) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran Presiden Prabowo Subianto.
"Kehadiran Bapak Presiden melengkapi kebahagiaan kami setelah berhasil menyelesaikan tugas pelaksanaan Munas dan Konbes yang merupakan rangkaian permusyawaratan menjelang Muktamar yang akan dilaksanakan pada 1–5 Agustus mendatang di tempat yang akan segera kami sepakati bersama," ujar Gus Yahya.
Nahdlatul Ulama, jelasnya, akan selalu konsisten hadir untuk menjaga serta melestarikan bangsa dan negara. Ia memastikan bahwa seluruh kiai, pemimpin, dan kader NU yang hadir merupakan representasi dari rakyat yang loyal terhadap NKRI.
"Bersama Bapak saat ini hadir para kiai, para pemimpin NU, dan kader-kader NU. Di luar sana, Presiden juga telah bertemu dengan warga NU yang menunjukkan kecintaan kepada kepemimpinan kita. Kami semua adalah rakyat yang setia kepada negara," imbuh Gus Yahya.
Para Nahdliyin pun dipastikan siap untuk terus berjuang dan berkorban demi kepentingan Tanah Air dengan modal optimisme dan iman yang teguh.
"Kami adalah rakyat yang siap berjuang dan rela berkorban demi bangsa dan negara tercinta. Kami tidak pernah kehilangan rasa optimis karena kami yakin dengan iman yang teguh, khidmah yang istiqamah, serta perjuangan fi sabilillah untuk bangsa dan negara," ujar Gus Yahya.
Gus Yahya kemudian mengutip firman Allah SWT, ‘Nasrun minallah wa fathun qarib’ yang berarti pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat.
"Janji Allah tidak akan meleset. Selama kita teguh dalam iman, pertolongan Allah tidak akan meleset," pungkasnya disambut takbir dan tepuk tangan para hadirin.
Acara penutupan yang dipusatkan di Institut Agama Islam Sayyidina Kholil, Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, dihadiri oleh sekira 1.500 orang yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Sekretaris Steering Committee (SC) Munas dan Konbes NU 2026 Prof. Muhammad Nuh mengatakan kehadiran Presiden pada forum tersebut memiliki makna penting, tidak hanya secara seremonial, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap suksesnya penyelenggaraan Munas dan Konbes 2026.
Menurutnya, Presiden Prabowo hadir karena menyambut baik hasil, proses dan mekanisme dalam Munas dan Konbes NU. “Kalau hasilnya tidak bagus, saya yakin Presiden juga enggan hadir. Tapi karena pelaksanaan dan substansi yang dibahas luar biasa, maka Pak Presiden berkenan rawuh,” ujarnya.
Prof M Nuh menegaskan Munas dan Konbes bukan menjadi akhir dari proses pembahasan di lingkungan NU. Tapi akan dilanjutkan dalam muktamar mendatang yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.
“Bahan-bahan yang kemarin kita bahas, akan kita rapikan, elaborasi, dan perkaya dengan mengundang berbagai macam pandangan para pakar pra-Muktamar. Supaya nanti muktamar semakin kaya lagi pembahasan yang menangkut internal organisasi PBNU atau Ke-NU-an maupun yang terkait dengan nasional maupun global,” kata Prof M. Nuh. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

