Emas Dunia Melemah, Catat Penurunan Mingguan Terburuk dalam Sebulan
Harga emas dunia turun 0,6% ke US$ 3.350,66 pada Jumat (20/6/2025) dan mencatat penurunan mingguan 2,4%, dipicu penguatan dolar AS dan sikap The Fed yang menunda pemangkasan suku bunga.
SUARAJATIMPOST.COM—Harga emas global terpantau menurun pada Jumat (20/6/2025) sore, dan diperkirakan mencatat penurunan mingguan paling tajam dalam lebih dari empat minggu terakhir.
Pelemahan ini dipicu oleh sinyal dari Federal Reserve (The Fed) yang menurunkan kemungkinan pemotongan suku bunga, serta berkurangnya kecemasan pasar terhadap potensi serangan militer Amerika Serikat ke Iran.
Menurut laporan Reuters yang dikutip dari Beritasatu.com, harga emas di pasar spot tercatat melemah 0,6% ke angka US$ 3.350,66 per troi ons pada pukul 15.51 WIB.
Selama sepekan, nilai emas telah merosot sebesar 2,4%. Sementara itu, kontrak berjangka emas di Amerika Serikat juga terkoreksi 1,2% menjadi US$ 3.366,30.
Kenaikan nilai tukar dolar AS sebesar 0,5% dalam pekan ini turut memberikan tekanan tambahan pada emas, karena membuat logam mulia tersebut lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Sementara itu, situasi geopolitik sedikit mereda setelah Gedung Putih menyampaikan bahwa Presiden Donald Trump akan menentukan dalam dua minggu ke depan apakah AS akan turut campur dalam konflik udara yang terjadi antara Israel dan Iran.
"Adanya tenggat waktu dua pekan dari Trump memberikan sedikit harapan bahwa situasi bisa mereda sebelum AS benar-benar terlibat. Hal ini mengurangi kepanikan pasar dan menekan harga emas," ujar Nitesh Shah, analis komoditas di WisdomTree.
Emas, umumnya dianggap sebagai instrumen lindung nilai ketika terjadi ketidakstabilan global atau ekonomi, dan cenderung menguat di tengah tren suku bunga rendah.
Namun, pada Rabu (18/6/2025), The Fed memutuskan untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga di kisaran 4,25% hingga 4,50%, dan mengindikasikan bahwa pemangkasan suku bunga akan dilakukan lebih hati-hati karena kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
"Emas, perak, dan platinum mengalami tekanan karena aksi ambil untung pascarapat The Fed," kata kepala strategi komoditas Saxo Bank, Ole Hansen.
Hansen menambahkan, pasar emas global kemungkinan akan berada dalam fase konsolidasi dalam waktu dekat, dengan area support utama di sekitar US$ 3.320 dan US$ 3.245. (**)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

