Pemukulan Kenteng 9 Kali Tandai Penutupan Munas-Konbes PBNU 2026

23 Jun 2026 - 22:41
Pemukulan Kenteng 9 Kali Tandai Penutupan Munas-Konbes PBNU 2026
Presiden Prabowo Subianto saat memukul Kenteng di penutupan Munas-Konbes PBNU 2026 ( foto : istimewa)

KEDIRI, SJP - Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi menutup Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan, Madura, Selasa (23/6/2026). 

Prosesi penutupan ditandai dengan pemukulan Kenteng sebanyak sembilan kali. Kenteng ini, merupakan Kenteng penuh sejarah milik Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri. Kenteng yang sama juga dibunyikan sebagai pembuka Munas-Konbes beberapa waktu lalu. 

Angka sembilan dipilih sebagai simbol bintang sembilan pada lambang NU sekaligus merepresentasikan Wali Songo. Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo Subianto menilai NU memiliki karakter kuat sebagai organisasi keagamaan yang tetap menjunjung tinggi nasionalisme.

“Ada satu ciri khas yang dari dahulu saya perhatikan, bahwa NU adalah organisasi keagamaan, tapi sangat nasionalis, sangat patriotis, sangat cinta tanah air. Jadi agamis tapi nasionalis dan patriotis” kata Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menyampaikan terima kasih atas dukungan keluarga besar NU terhadap bangsa dan negara. Ia optimistis NU akan terus memainkan peran positif untuk bangsa dan negara. Kedekatan para kiai dan ulama dengan masyarakat, khususnya di pedesaan, dinilai menjadi kekuatan utama NU dalam memahami persoalan rakyat.

“Para kiai dan para ulama adalah tokoh-tokoh yang paling dekat dengan rakyat, terutama rakyat di pedesaan. Karena itu para kiai dan para ulama paham dan mengerti apa yang dirasakan rakyat kita. Para kiai dan ulama merasakan apa yang dirasakan rakyat paling bawah,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar turut menyampaikan doa dan harapannya kepada Presiden Prabowo Subianto agar senantiasa diberikan kesehatan, perlindungan, serta kemampuan menghadirkan kebijakan yang membawa kesejahteraan bagi rakyat.

“Semoga Bapak Presiden kita (Prabowo Subianto) sehat wal afiat dan selalu mendapat perlindungan Allah. Semoga pula diberikan gagasan-gagasan cemerlang agar rakyat dan umat yang besar ini segera memperoleh apa yang mereka harapkan, sehingga negeri ini dipenuhi kemakmuran dan keadilan, yakni keadilan dalam kemakmuran,” ujarnya.

Ia berharap berbagai langkah yang dijalankan pemerintah dapat semakin memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat negara dan tokoh nasional. Di antaranya Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Kemudian Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf, KH Said Aqil Siradj, Miftah Maulana Habiburrahman, serta sejumlah kiai dan tokoh lainnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow