Kolam Wudhu di Masjid Syekh Maulana Malik Ibrahim Gresik Masih Lestari

Terletak di dalam kawasan Masjid Syeikh Maulana Malik Ibrahim, Dusun Pesucinan, Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, bentuk dan struktur bangunan kolam beserta sumur air untuk berwudu masih berdiri kokoh dan berfungsi dengan baik.

05 Mar 2026 - 15:30
Kolam Wudhu di Masjid Syekh Maulana Malik Ibrahim Gresik Masih Lestari
Foto: Kolam kuno di dalam Masjid Syeikh Maulana Malik Ibrahim Gresik. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP — Kabupaten Gresik tidak hanya menyimpan makam Sang Wali, tetapi juga artefak hidup berupa kolam wudhu kuno dari abad ke-14 peninggalan tokoh Walisongo Syekh Maulana Malik Ibrahim.

Terletak di dalam kawasan Masjid Syeikh Maulana Malik Ibrahim, Dusun Pesucinan, Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, bentuk dan struktur bangunan kolam beserta sumur air untuk berwudu masih berdiri kokoh dan berfungsi dengan baik.

Usia kolam wudhu beserta Masjid tersebut tercatat menjadi yang tertua di Pulau Jawa yang masih eksis didirikan langsung oleh Syekh Maulana Malik Ibrahim, saat melakukan penyebaran Islam.

"Untuk kolam difungsikan untuk berwudu, dari dahulu memang untuk wudhu. Tidak boleh untuk mandi. Sampai sekarang masih dimanfaatkan jamaah," kata Ketua Takmir Masjid Syeikh Maulana Malik Ibrahim, Mushollin, Kamis (5/3/2026).

Mushollin mengatakan, tidak sedikit jamaah yang mempercayai air kolam dengan luasan tiga meter persegi dengan kedalaman kurang lebih 2,5 meter, turut membawa berkah.

Ia menyebut, banyak jamaah dari luar daerah Kabupaten Gresik datang dengan membawa jurigen atau botol guna mengambil air didalam kolam.

Jamaah menilai air kolam peninggalan Syekh Maulana Malik Ibrahim membawa berkah hingga menyembuhkan penyakit. 

"Airnya banyak juga dimanafaatkan untuk minum. Warga datang tidak hanya daerah sekitar, mulai Jember, Madura, Tasikmalaya, Jakarta, Aceh, hingga Malaysia," jelasnya. 

Lanjut Mushollin, pendirian kolam kuno itu seiring dengan pembangunan masjid pada awal abad ke-14 oleh kedatangan Syekh Maulana Malik Ibrahim ke Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

Syekh Maulana Malik Ibrahim yang diyakini berasal dari Timur Tengah itu datang menggunakan kapal laut bersama kerabat dan saudagar. 

Berlabuh di Pelabuhan Leran, Syeikh Maulana Malik Ibrahim mendirikan masjid yang sampai saat ini masih berdiri beserta peninggalan kolam wudhunya di Desa Leran.

Menurut Mushollin, Masjid tersebut sudah dilakukan pemugaran swadaya sebanyak empat kali oleh warga sekitar.

Struktur kayu kuno yang sudah lapuk menjadi alasan pemugaran harus dilakukan. "Yang masih asli, ada beberapa batu kuno, kolam, dan ornamen masjid yang berada di puncak masjid," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow