Klinik Pertanian Jadi Progam Unggulan Bupati Bondowoso Guna Tingkatkan Sektor Pertanian
Rencananya setiap desa dan kelurahan akan ada klinik pertanian dan satu orang PPL yang akan menjawab semua tantangan di sektor pertanian di Bondowoso.
BONDOWOSO, SJP – Memasuki era kepemimpinan Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid dan Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i, Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) terus berupaya meningkatkan sektor pertanian.
Kali ini, Pemkab Bondowoso akan membentuk klinik pertanian yang nantinya akan ada di setiap desa melalui program satu desa satu klinik pertanian. Program ini merupakan program unggulan pasangan bupati dan wakil bupati yang disebut Rahmad.
Menurut Kepala DPKP Bondowoso, Hendri Widotono melalui Yudhi Achmad Hidayat Kepala Bidang Penyuluhan, klinik pertanian merupakan upaya yang kreatif dan inovatif dari Pemkab Bondowoso untuk mempercepat penyebarluasan teknologi dan informasi pertanian.
“Klinik pertanian ini juga memberikan solusi permasalahan agribisnis pertanian guna mendukung peningkatan kualitas dan produksi pertanian, peningkatan kesejahteraan petani, ketahanan pangan dan swasembada pangan,” jelasnya, kepada suarajatimpost.com pada Kamis (10/4/2025).
Dirinya secara rinci menjelaskan peranan klinik pertanian yang nantinya akan ada di 219 desa/kelurahan se Kabupaten Bondowoso. Di antaranya :
- Pusat konsultasi mengatasi masalah agribisnis pertanian
- Memberikan rekomendasi/solusi awal atas permasalahan agribisnis pertanian
- Memberikan edukasi dan difusi teknologi informasi pertanian
- Membantu petani dalam mengaplikasikan teknologi pertanian
- Memberikan solusi apabila terjadi konflik baik internal maupun eksternal kelembagaan petani
- Membantu memfasilitasi sarana dan prasarana produksi pertanian
“Klinik pertanian ini nantinya ada di Balai Desa atau Kantor Kelurahan dan di Kios Pertanian dengan dilengkapi 1 orang tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL),” jelas Yudhi.
Nantinya, lanjut Yudhi, kepala desa/lurah diminta memfasilitasi tempat untuk operasional klinik pertanian di Balai desa/kantor kelurahan atau di kios pertanian sesuai wilayah masing-masing.
“Dari 219 desa/kelurahan di Bondowoso, titik lokasi klinik pertanian berada di 106 titik kios pertanian, 103 titik di balai desa/kantor kelurahan, serta 10 titik di kios dan balai desa/kantor kelurahan,” ungkapnya.
Untuk saat ini,Pemkab Bondowoso tengah merancang aturan untuk penerapan progrtam unggulan Bupati Abdul Hamid Wahid ini.
“Akan dibuatkan Keputusan Bupati Bondowoso tentang pembentukan klinik pertanian. Sekarang masih proses di Bagian Hukum Setda,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

