Kian Inklusif, UNESA Hadirkan Fasilitas Ramah Peserta Disabilitas di UTBK 2026

Untuk mendukung proses pengerjaan para peserta tunanetra, setiap unit komputer yang digunakan telah dilengkapi teknologi asistif. Sistem tersebut memungkinkan peserta mengakses soal tanpa harus melihat layar secara langsung.

24 Apr 2026 - 20:45
Kian Inklusif, UNESA Hadirkan Fasilitas Ramah Peserta Disabilitas di UTBK 2026
Salah satu penyandang disabilitas yang ijut menjadi peserta UTBK SNBT 2026 di UNESA yang manfaatkan perangkat khusus untuk ikuti tes (Dok. UNESA for SJP)

SURABAYA, SJP - Setelah empat hari pelaksanaan UTBK SNBT 2026 berlangsung, banyak cerita mewarnai proses seleksi nasional tersebut. Salah satu yang mencuri perhatian datang dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yang mengembangkan sistem fasilitasi bagi peserta disabilitas agar dapat mengikuti ujian secara mandiri dan setara.

Di Kampus 2 Lidah Wetan, Unesa menggelar sesi khusus bagi peserta disabilitas dengan dukungan fasilitas dan teknologi asistif. Tahun ini, total terdapat enam peserta disabilitas yang mengikuti UTBK di Unesa, terdiri dari dua peserta tunarungu dan empat peserta tunanetra.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, menjelaskan bahwa pembagian sesi dilakukan berdasarkan kategori kebutuhan peserta agar pelaksanaan ujian berjalan optimal, yakni sesi untuk tunarungu pada hari Rabu (22/4/2026) dan sesi untuk tunanetra pada Kamis (23/4/2026). 

"Fasilitas yang disediakan meliputi ruang khusus dan pendamping. Infrastruktur teknis seperti jaringan dan perangkat audio telah disiapkan agar peserta dapat mengerjakan soal secara mandiri melalui perintah suara," ujar Martadi, Jumat (24/4/2026).

Untuk mendukung proses pengerjaan para peserta tunanetra, setiap unit komputer yang digunakan telah dilengkapi teknologi asistif. Sistem tersebut memungkinkan peserta mengakses soal tanpa harus melihat layar secara langsung.

Koordinator TIK Unesa, I Gusti Lanang Putra Eka Prismana, menyebutkan bahwa pihaknya menggunakan perangkat lunak khusus dalam pelaksanaan ujian.

"Penyelenggaraan ujian menggunakan perangkat lunak Non Visual Desktop Access (NVDA)," bebernya.

Perangkat lunak tersebut berfungsi sebagai screen reader yang mengubah tampilan visual menjadi audio, sehingga peserta dapat mendengarkan soal dan navigasi ujian secara jelas. Selain itu, peserta juga dibekali alat bantu reglet untuk menunjang proses perhitungan selama ujian berlangsung.

Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan langkah antisipatif guna menghindari kendala teknis yang berpotensi mengganggu jalannya ujian.

"Panitia telah menerima kiriman perangkat cadangan sebesar 50 persen dari jumlah peserta sebagai langkah antisipasi kendala teknis di lapangan," imbuhnya.

Di sisi lain, Unesa sebenarnya juga menyiapkan perangkat khusus bagi peserta dengan kategori low vision, yakni berupa fitur pembesaran layar. Namun, fasilitas tersebut tidak digunakan pada sesi kali ini. Kasubdit Admisi Unesa, Sukarmin, menjelaskan kondisi tersebut dikarenakan seluruh peserta yang hadir merupakan tunanetra total.

"Perangkat tersebut tidak digunakan pada sesi ini karena seluruh peserta yang hadir di Unesa merupakan kategori tunanetra total," terang Sikarmin.

Di tengah pelaksanaan ujian, muncul kisah inspiratif dari salah satu peserta, Shakina Aliya Bilbina asal Mojokerto. Ia memilih Program Studi S-1 Pendidikan Luar Biasa (PLB) Unesa sebagai langkah awal mewujudkan cita-citanya.

"Motivasi saya masuk PLB adalah ingin membantu anak-anak tunanetra lainnya agar bisa membaca Braille," ucap Shakina.

Ia mengaku telah mempersiapkan diri menghadapi UTBK sejak masih duduk di bangku SMA. Tekadnya untuk berkontribusi di dunia pendidikan inklusif menjadi dorongan utama dalam memilih jurusan tersebut.

Pihak kampus menegaskan bahwa pengalaman peserta seperti Shakina menjadi dasar penting dalam penyempurnaan sistem seleksi yang lebih inklusif. Unesa menerapkan mekanisme seleksi berbasis asesmen yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari psikolog hingga tim akademik dan tim disabilitas.

Langkah tersebut bertujuan memastikan setiap calon mahasiswa dapat mengikuti proses perkuliahan secara optimal sesuai dengan kondisi masing-masing.

Selain itu, bagi peserta disabilitas yang belum berhasil lolos melalui jalur SNBT, Unesa tetap membuka kesempatan melalui jalur mandiri khusus disabilitas yang akan dibuka mulai 15 Mei 2026, serta jalur prestasi lainnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow