Kiai Miftach - Gus Yahya Islah di Ponpes Lirboyo Kediri, Sepakat Gelar Muktamar NU Secepatnya
Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, terutama terkait penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU yang akan diselenggarakan secepat-cepatnya.
KEDIRI, SJP – Konflik internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya berakhir. Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar sepakat berdamai setelah bertemu di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025).
Pertemuan yang berlangsung lebih dari tiga jam itu turut dihadiri sejumlah mustasyar PBNU, kiai sepuh, serta Wakil Presiden ke-9 RI KH Ma’ruf Amin. Dalam pertemuan tersebut, para pimpinan PBNU sepakat untuk segera menggelar Muktamar NU sebagai jalan keluar dari konflik yang sempat mencuat sejak November lalu.
Dalam video yang dirilis pihak Pesantren Lirboyo, terlihat Yahya Cholil Staquf mencium tangan KH Miftachul Akhyar sebagai simbol islah atau perdamaian. Usai itu, Yahya juga menyalami KH Ma’ruf Amin yang hadir dalam pertemuan tertutup tersebut.
Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo, Muid Abdul Shohib, mengatakan pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, terutama terkait penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.
“Hasil pertemuan pada hari ini memutuskan kesepakatan bahwa Muktamar ke-35 NU akan diselenggarakan dalam waktu secepat-cepatnya dan penyelenggaraannya diserahkan kepada PBNU,” ujar Muid kepada wartawan.
Ia menjelaskan, mandat pelaksanaan muktamar berada di tangan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU sebagai mandataris Muktamar Lampung, dengan melibatkan unsur mustasyar, sesepuh NU, serta para pengasuh pondok pesantren.
“Pelibatan mustasyar, sesepuh NU, dan pengasuh pesantren ini penting untuk menentukan waktu, tempat, dan kepanitiaan, agar kebersamaan dan keteduhan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU tetap terjaga,” jelasnya.
Seperti diketahui, konflik internal PBNU bermula pada 20 November 2025, ketika rapat harian Syuriah PBNU memutuskan pemberhentian Yahya Cholil Staquf dari jabatan Ketua Tanfidziyah. Sejak saat itu, sejumlah mustasyar dan kiai sepuh NU intens melakukan musyawarah guna mendorong rekonsiliasi.
Dengan tercapainya kesepakatan islah di Lirboyo, PBNU berharap dinamika internal organisasi dapat kembali kondusif dan fokus pada persiapan Muktamar NU ke-35 sebagai forum tertinggi pengambilan keputusan organisasi. (**)
Editor : Danu
What's Your Reaction?

