Keluhan Membeludak di Medsos, Perumda Jasa Yasa Evaluasi Sistem Tiket Pantai Ngliyep Malang
Sistem tiket wisata Ngliyep dipastikan berubah setelah keluhan wisatawan viral, memicu evaluasi dan penataan ulang loket oleh pengelola.
MALANG, SJP – Ramainya keluhan wisatawan di media sosial terkait dugaan tiket ganda menuju Pantai Ngliyep dan Pantai Pasir Panjang akhirnya memicu evaluasi dari Perumda Jasa Yasa Kabupaten Malang. Pengelola wisata itu kini memindahkan lokasi loket tiket setelah mendapat sorotan dari pengunjung hingga arahan dewan pengawas.
Melalui kebijakan terbaru yang diberlakukan pengelola, wisatawan yang datang ke Pantai Ngliyep kini hanya dikenai satu kali pembayaran tiket masuk sebesar Rp7.500. Pengunjung juga tidak lagi diwajibkan membeli tiket menuju Pantai Pasir Panjang apabila tujuan wisatanya hanya ke Pantai Ngliyep.
Direktur Utama Perumda Jasa Yasa Kabupaten Malang, R Djoni Sudjatmoko, mengakui banyak aduan masuk melalui media sosial maupun pesan langsung terkait sistem e-ticketing yang diterapkan di kawasan wisata tersebut.
“Keluhan dari wisatawan cukup banyak. Mereka mempertanyakan kenapa harus membayar dua tiket padahal tujuan wisatanya hanya ke Ngliyep,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya loket tiket berada di jalur utama yang menjadi akses bersama menuju Pantai Ngliyep dan Pantai Pasir Panjang. Kondisi itu kemudian menimbulkan polemik setelah penerapan tiket elektronik dilakukan.
Menurut Djoni, lokasi portal penarikan tiket lama ternyata berada di jalan umum milik Pemerintah Kabupaten Malang. Setelah dilakukan pembahasan bersama pemerintah daerah dan dewan pengawas, sistem tersebut dinilai perlu dibenahi.
“Setelah dikaji bersama, akhirnya diputuskan loket ditarik ke area yang memang masuk wilayah aset Pantai Ngliyep,” katanya.
Perubahan itu mulai diberlakukan sejak 18 Mei 2026. Kini, wisatawan yang hanya ingin menikmati Pantai Ngliyep tidak lagi dikenai tiket tambahan menuju Pantai Pasir Panjang.
Sebelumnya, video keluhan seorang pengunjung sempat viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, wisatawan mengaku diminta membeli tiket Pantai Pasir Panjang di loket atas meski tujuan utamanya hanya menuju Pantai Ngliyep.
Setelah melanjutkan perjalanan ke bawah, pengunjung kembali diminta membayar tiket masuk Pantai Ngliyep di loket kedua. Situasi itu memicu perdebatan singkat antara wisatawan dengan petugas karena dianggap membingungkan dan memberatkan pengunjung.
“Kenapa saya harus beli tiket Pasir Panjang, padahal saya cuma mau ke Ngliyep,” ucap pengunjung dalam video yang beredar di Medsos. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

