Kejari Batu Gelar Macapat Idol ke-5, Ajak Siswa SD/MI Lestarikan Budaya Jawa

Kejari Batu bersama Disparta menggelar Macapat Idol pada peringatan HBA ke-80. Lomba diikuti 58 pelajar SD-MI se-Kota Batu untuk merawat budaya Jawa.

30 Aug 2025 - 17:46
Kejari Batu Gelar Macapat Idol ke-5, Ajak Siswa SD/MI Lestarikan Budaya Jawa
Peresmian Macapat Idol ke 5 oleh Kejaksaan Negeri Batu (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Suasana budaya Jawa begitu kental mewarnai peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-80 di Kota Batu. Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu bersama Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu menggelar Macapat Idol ke-5 pada Sabtu (30/8/2025), dengan melibatkan 58 peserta dari SD/MI se-Kota Batu.

Kegiatan yang dibuka langsung Kepala Kejari Batu, Andy Sasongko, turut dihadiri Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Heli Suyanto, Kadisparta Onny Ardianto, serta forkopimda. Para guru, pegiat budaya, dan budayawan Jawa juga tampak mendukung penuh terselenggaranya ajang tahunan tersebut.

Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa macapat bukan sekadar puisi tradisional, melainkan warisan leluhur yang sarat filosofi dan nilai moral.

“Budaya ini harus terus berkembang. Karena itu, kami apresiasi Kejari Batu yang konsisten menyelenggarakan Macapat Idol hingga tahun kelima,” ujarnya.

Dia menambahkan, pelestarian macapat sebaiknya tidak berhenti di lomba saja, melainkan menjadi gerakan bersama untuk menghidupkan budaya lokal sekaligus daya tarik wisata.

“Tahun depan diharapkan peserta lebih banyak dengan segmen yang lebih luas,” imbuhnya.

Sementara itu, Kajari Batu Andy Sasongko menyebut peringatan HBA ke-80 menjadi momentum kejaksaan memperkokoh pengabdian kepada masyarakat sekaligus menjaga budaya bangsa.

“Macapat adalah warisan adiluhung yang mengajarkan nilai moral, etika, dan budi pekerti. Nilai-nilai itu sejalan dengan tugas kejaksaan menegakkan hukum dengan api nurani,” tegasnya.

Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto, menambahkan, juri Macapat Idol berasal dari STKW, Kota Batu, dan Kota Malang. Peserta melantunkan beberapa tembang seperti Wijil, Kinanti, dan Pucung. Mereka memperebutkan hadiah uang tunai mulai Rp250 ribu hingga Rp1,5 juta beserta sertifikat.

Menurut Onny, tahun depan lomba bisa diperluas ke tingkat SMP bahkan Malang Raya, dengan harapan memperkuat regenerasi pelestarian budaya.

“Antusiasme guru bahasa Jawa sangat tinggi. Ini agar seni macapat tidak punah di tengah era gadget,” katanya.

Gelaran Macapat Idol ke-5 ini tidak hanya menjadi ruang kreativitas pelajar, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah, kejaksaan, dan masyarakat dalam merawat budaya Jawa sebagai identitas sekaligus kekuatan wisata Kota Batu. (adv)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow