Kegigihan Mashudi Perajin Panci di Pasuruan, Menolak Mati Digempur Modernisasi
Selama satu dekade, Mashudi dan keluarganya menapaki perjalanan hidup di balik bahan aluminium
SUARAJATIMPOST.COM—Seperti menolak mati, Mashudi, perajin dandang dan panci di Kabupaten Pasuruan, melawan modernisasi dan memilih tetap bertahan di dapur produksinya.
ISBIANTO HARI UTOMO, PASURUAN
Warga Dusun Talangan, RT 11, RW 05, Desa Gajahbendo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan itu merupakan salah satu perajin perabotan dapur berbahan aluminium dan stainless steel.
Pria 47 tahun itu tetap gigih di tengah gempuran modernisasi. Dia enggan berhenti untuk terus menciptakan dandang hingga panci. Hingga kini, dia tetap menjadi pahlawan para ibu rumah tangga.
Bisingnya suara besi dan pelat aluminium yang dipukul seolah telah menyatu dengan denyut nadinya. Selama satu dekade, Mashudi dan keluarganya hidup dari pukulan demi pukulan aluminium itu.
Sudah 10 tahun Mashudi menapaki kehidupan sebagai seorang perajin dandang dan panci. Dia menekuninya dengan penuh keikhlasan semenjak dia mengundurkan diri dari tempat kerja asalnya.
Berbagai barang perabotan dapur berbahan pelat aluminium dan stainless steel diciptakannya. Dia memiliki sebuah bengkel produksi di rumahnya. Deretan karyanya tampak terpajang rapi.
Mashudi menjualnya dengan harga bervariasi. Tergantung pesanan di pasaran. Umumnya, panci buatannya dibanderol Rp7.500. Sedangkan untuk alat oven dihargai Rp190 ribu.
Dandang buatan tangannya memiliki beragam tipe. Dandang dengan kapasitas 1 kilogram dia jual seharga Rp35 ribu. Namun jika pesanan membeludak, harga itu bisa dia turunkan.
“Kalau untuk ukuran 1,5 kilogram harganya Rp40 ribu. Kalau untuk dandang bakso dibanderol dengan harga Rp500 ribu," jelasnya, Senin (19/5/2025).
Dalam sehari, Mashudi bisa memproduksi 100 buah panci dan 7 buah dandang untuk menanak nasi. Tidak hanya itu, dengan kepiawaiannya, dia juga bisa memproduksi alat oven untuk membuat kue.
"Untuk membuat panci, saya bisa memproduksi 100 buah. Sedangkan untuk dandang, saya hanya bisa produksi antara 5 hingga 7 buah. Sedangkan oven, hanya untuk pemesanan saja," ujar Mashudi. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

