Kasus PT PON, Masyarakat Lumpur Gresik Kecewa DPRD Tak Bela Warganya

Alih-alih sebagai wakil rakyat, Komisi IV DPRD Gresik terkesan memihak PT PON yang tengah berkonflik dengan warga Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik. Warga pun mengaku kecewa tak diperhatikan soal tingkah legislator tak membela warganya.

04 Jun 2025 - 17:17
Kasus PT PON, Masyarakat Lumpur Gresik Kecewa DPRD Tak Bela Warganya
Foto: Warga Kelurahan Lumpur Gresik menagih janji PT PON melalui baner tuntutan. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP — Masyarakat Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, mengaku kecewa akan respon anggota legislatif yang tidak membela warganya.

Alih-alih sebagai wakil rakyat, anggota legislatif DPRD Kabupaten Gresik terkesan berpihak sebelah mendukung perusahaan PT Petro Oxo Nusantara (PON) yang tengah berkonflik dengan warga.

"Kita tidak habis pikir perhatian anggota DPRD Gresik itu ke masyarakat, sehingga kita sebagai rakyat ya seperti ini terus. Pembelaannya ke masyarakat tidak jelas," kata salah seorang warga Muhammad Fahim (57), Rabu (4/6/2025).

Fahim yang juga sebagai pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Lumpur itu menyayangkan tindakan Anggota DPRD Gresik yang melakukan audiensi ke PT PON tanpa melibatkan warga Kelurahan Lumpur. 

Ia menyebut, tidak ada keberpihakan terhadap warga Kelurahan Lumpur atas tuntutan ke PT PON tentang permintaan peluang pekerja lokal.

Menurut dia, paling tidak harusnya ada koordinasi dengan pihak Kelurahan dan warga setempat atas keluhan dan tuntutan yang dirasakan selama ini.

"Harapan kita seperti itu, anggota DPRD tahu permintaan rakyat seperti ini," jelas pria yang dipanggil akrab Wak Fahim itu.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik Muchamad Zaifudin, membenarkan bahwa telah melaksanakan kunjungan kerja ke PT PON, Selasa (3/6/2025) kemarin.

Ia melakukan kunjungan kerja tersebut bersama rombongan Komisi IV DPRD Gresik.

"Iya benar," ungkap Zaifudin, dikonfirmasi kunjungan kerja ke PT PON. 

PT PON Mengingkari Janji Hasil Tuntutan Warga Kelurahan Lumpur Gresik 

PT PON menjanjikan akan menjalin hubungan baik dengan warga dalam sepekan setelah aksi demonstrasi yang digelar, Kamis (22/5/2025) lalu. Namun hingga hampir setengah bulan setelah aksi, janji-janji tuntutan itu hanya menguap tanpa ada kejelasan. 

Fahim sempat mempertanyakan kejelasan tuntutan warga itu ke pihak PT PON, namun hanya direspon menunggumu kebijakan pimpinan. Ia pun masih menahan keinginan sejumlah warga yang ingin menggelar demonstrasi kembali karena menghormati hasil tuntutan aksi demo sebelumnya. 

"Menurut kita masih menunggu itikad baik dari PT PON," jelasnya. 

Warga Kelurahan Lumpur setempat bersikeras memperjuangkan aspirasi tuntutan ini karena prihatin banyaknya para pemuda yang belum bekerja atau pengangguran.

Diketahui sebelumnya, aksi demo puluhan warga Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, meminta untuk dilibatkan sebagai tenaga kerja, Kamis (22/5/2025).

Mereka mengaku muak dengan keberadaan perusahaan selama bertahun-tahun tersebut tidak melibatkan warga dalam memberikan kesempatan kerja.

Tidak hanya orang dewasa, aksi demonstrasi ke Pabrik yang bergerak dalam usaha migas tersebut juga melibatkan anak-anak dan para remaja Kelurahan Lumpur setempat. 

PT PON juga enggan dikonfirmasi terkait aksi demonstrasi yang dilakukan oleh puluhan warga Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, ini. Pabrik yang resmi didirikan sejak tahun 1996 itu memilih bungkam. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow