Kasus Keracunan PMT Posyandu di Desa Wonorejo Tulungagung, Makanan Diketahui Terkontaminasi Bakteri

Pemeriksaan uji laboratorium terhadap sampel makanan dalam kasus keracunan makan tambahan di Posyandu Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, pada pertengahan Juni lalu telah selesai dilakukan. Hasilnya ditemukan kontaminasi bakteri pada makanan yang disajikan.

01 Jul 2025 - 21:34
Kasus Keracunan PMT Posyandu di Desa Wonorejo Tulungagung, Makanan Diketahui Terkontaminasi Bakteri
Kabid P2P Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP – Pada Senin (16/6/2025) lalu, sebanyak 58 warga dari Dusun Wonorejo, Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol, mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi makanan tambahan pada kegiatan Posyandu.

Makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan berupa nasi soto yang berisi nasi, ayam iris, telur rebus, kuah soto, bihun, wortel, dan kubis disajikan sebagai makanan tambahan pada kegiatan Posyandu 1.

Dari 68 orang yang mengonsumsi makanan tersebut, 58 orang mengalami gejala utama berupa diare. Empat di antaranya bahkan harus menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan. Dua pasien dirawat di RSUD dr. Iskak Tulungagung (berusia 3 dan 70 tahun) dan dua lainnya dirawat di Klinik dr. Emi (berusia 3 dan 4 tahun).

"Pasien-pasien yang dirawat inap seluruhnya telah dinyatakan sembuh pada 22 Juni 2025," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, Selasa (1/7/2025) di kantornya.

Desi menjelaskan bahwa pihaknya bersama puskesmas setempat segera melakukan sejumlah langkah penanganan dan investigasi setelah kejadian tersebut dilaporkan. Langkah-langkah itu meliputi, pengambilan sampel sisa makanan untuk diuji di laboratorium RSUD dr. Iskak dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya.

Pengumpulan data epidemiologi secara rinci untuk mengidentifikasi makanan penyebab keracunan. Pemantauan intensif oleh petugas kesehatan, di mana hingga kini tidak ditemukan kasus baru. Juga pemeriksaan terhadap penjamah makanan (food handler) yang terlibat dalam kegiatan Posyandu.

"Pada penyelidikan epidemiologi ditemukan jenis makanan yang memicu terjadinya keracunan makanan, oleh karena terkontaminasi bahan atau zat atau kuman yang menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan," jelas Desi.

Ia menambahkan bahwa, hasil pemeriksaan laboratorium dari RSUD dr. Iskak Tulungagung dan BBLKM Surabaya menunjukkan hasil yang serupa. Yakni ditemukan kontaminaai bakteri pada semua jenis sampel makanan yang diuji kecuali bihun.

"Ditemukan adanya kontaminan pada sampel makanan berupa bakteri, serta aktivitas bakteri tidak normal pada sampel feses pasien yang dirawat. Namun, sumber pasti kontaminan tersebut belum bisa dipastikan," lanjutnya.

Menurut Desi, kesimpulan sementara menunjukkan bahwa memang benar telah terjadi kejadian keracunan makanan akibat konsumsi makanan yang terkontaminasi, namun sumber kontaminasi belum dapat dipastikan.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, ditemukan paparan bakteri Salmonella dan Enterobacter pada seluruh sampel makanan yang diperiksa, termasuk nasi, daging, telur, dan kuah, kecuali bihun. Kontaminasi ini kemungkinan berasal dari lingkungan," paparnya.

Lanjut Desi, pemeriksaan lanjutan juga dilakukan terhadap tiga orang penjamah makanan yang dimasak pada hari kejadian. Ketiganya diperiksa di RSUD dr. Iskak.

"Kita ingin memastikan apakah sumber kontaminasi berasal dari mereka. Hasilnya, tidak ditemukan pertumbuhan bakteri Vibrio cholerae, Salmonella sp, maupun Shigella sp, hanya ditemukan Escherichia coli yang merupakan flora normal dalam saluran cerna," terang Desi.

Desi menegaskan, per tanggal 30 Juni 2025, kasus keracunan makanan ini telah dinyatakan selesai, dengan tidak ditemukan lagi kasus baru. Ia juga mengimbau masyarakat dan pihak pelaksana kegiatan kemasyarakatan untuk selalu memastikan kebersihan lingkungan dan proses pengolahan makanan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow