Karnaval Budaya Ketangi, Upaya Warga Menjaga Kearifan Lokal

Momen sakral sekaligus meriah ini disaksikan oleh ribuan pasang mata yang memadati sepanjang rute jalan desa.

10 May 2026 - 22:16
Karnaval Budaya Ketangi, Upaya Warga Menjaga Kearifan Lokal
Suasana Kirab Budaya Ketangi di Dusun Ketangi (Foto: Kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP – Suasana Dusun Ketangi, Desa Kampungbaru, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, mendadak berubah drastis pada Minggu (10/5/2026) pagi. Ribuan warga tampil memukau dengan balutan busana adat ala bangsawan dan prajurit kerajaan.

​Acara bertajuk "Kirab Budaya Ketangi" ini menempuh jarak sejauh 2 kilometer, dimulai dari titik start di pusat Dusun Ketangi dan berakhir di kawasan Jalan Merdeka Ketangi Utara

Di baris terdepan, tampak tokoh masyarakat yang memerankan sosok raja dan sosok Anoman melakukan perlawanan mengisahkan pewayangan. Di belakangnya, menyusul barisan remaja dan anak anak yang memakai baju budaya lengkap dengan replika gaun megah

​Tak mau kalah, kaum ibu dan remaja putri tampil anggun mengenakan kebaya beludru dan kain jarik, lengkap dengan sanggul dan hiasan kepala yang berkilau di bawah sinar matahari.

Saat bendera start dikibarkan sebagai tanda dimulainya Karnaval Budaya dalam rangka tradisi Bersih Dusun. Momen sakral sekaligus meriah ini disaksikan oleh ribuan pasang mata yang memadati sepanjang rute jalan desa.

​Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahyono didampingi oleh Panitia Bersih Dusun Ketangi. Dengan penuh semangat, Tatit mengibarkan bendera checker hitam-putih, menandai detik-detik pemberangkatan peserta karnaval yang telah bersiap sejak pagi.

​Dalam sambutannya sebelum pemberangkatan, Tatit Heru Tjahyono mengapresiasi besar warga Dusun Ketangi dan Desa Kampungbaru yang tetap teguh menjaga kearifan lokal. Kehadiran pimpinan legislatif ini menegaskan bahwa tradisi seperti Nyadran dan Karnaval Budaya bukan sekadar hiburan, melainkan aset daerah yang memperkuat jati diri bangsa.

"Selain sebagai ritual syukur atas melimpahnya hasil bumi, karnaval ini diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi antarwarga dan pemerintah desa, khususnya di Desa Kampungbaru," kata Tatit Heru Tjahyono. 

​Catur Widi Prawoto, selaku koordinator acara, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi tahunan yang melibatkan gabungan dari tiga dusun, yaitu Dusun Ketangi, Dusun Kurunglor, dan Dusun Teleng.

​Catur menjelaskan bahwa antusiasme warga tahun ini sangat tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya kelompok yang ikut serta memeriahkan barisan karnaval. Kata Catur, ​Total Peserta terdiri dari 16 grup karnaval, Peserta berasal dari 19 RT yang ada di lingkungan ketiga dusun, yakni Dusun Ketangi, Kurung Lor dan Teleng.

​Catur berharap nilai-nilai luhur nenek moyang tetap terjaga, terutama dalam menjaga keharmonisan antarwarga.

​"Harapan kami, seluruh warga masyarakat Dusun Ketangi, Kurunglor, dan Teleng tetap guyub rukun (rukun dan bersatu), begitu pula dengan para punggawa atau perangkat desanya," ujar Catur.

Terpisah, Kepala Desa Kampungbaru, Susilo Dwi Prasetyo, secara khusus menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga yang telah menyukseskan gelaran Bersih Desa tahun ini.

​​Kades Susilo Dwi Prasetyo mengungkapkan bahwa kesuksesan acara ini adalah bukti nyata semangat gotong royong yang masih kental di tengah masyarakat Desa Kampungbaru.

​"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Dusun Ketangi, Dusun Kurunglor, dan Dusun Teleng. Tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari panitia serta masyarakat, acara semegah ini tidak akan terwujud," ungkapnya.

​Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar sinergi antara masyarakat Desa Kampungbaru dengan pemerintah serta aparat penegak hukum terus terjalin kuat demi kemajuan wilayah Kecamatan Tanjunganom ke depannya. (*) 

Editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow