Kanopi Gedung KDKMP di Trucuk Bojonegoro Ambruk
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kanopi dengan rangka baja ringan dan penutup atap seng galvalum itu memiliki panjang kurang lebih 25 meter. Saat kejadian, kondisi lokasi dalam keadaan sepi sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
BOJONEGORO, SJP - Atap kanopi teras bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) yang berada di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, dilaporkan ambruk pada Rabu malam (1/4/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Insiden tersebut diduga akibat terpaan angin kencang yang terjadi usai waktu magrib.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kanopi dengan rangka baja ringan dan penutup atap seng galvalum itu memiliki panjang kurang lebih 25 meter. Saat kejadian, kondisi lokasi dalam keadaan sepi sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa angin kencang terjadi sesaat sebelum kanopi ambruk.
“Infonya kena angin tadi habis Magrib. Sudah dilaporkan ke desa oleh warga,” ujarnya.
Sementara itu, warga lain berinisial B menilai kemungkinan faktor teknis turut menjadi penyebab ambruknya kanopi.
Menurutnya, konstruksi dengan bentangan panjang tersebut tidak didukung oleh tiang penyangga yang memadai.
“Kanopinya panjang, tapi tidak ada tiang penyangga yang cukup kuat, jadi rawan ambruk,” tuturnya.
Sementara itu Kepala Desa Padang, Subagyo saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp hanya menjawab dengan singkat, seakan melempar tanggungjawab ke Komandan Koramil setempat.
"Langsung ke Danramil saja," jawab kades.
Terpisah, Danramil Trucuk Kapten Agus Darso membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut, angin kencang menjadi pemicu utama robohnya kanopi di gedung tersebut.
“Terhempas angin. Malam ini langsung dibersihkan. Ada angin habis Magrib tadi,” jelasnya melalui pesan singkat.
Ia juga menambahkan bahwa lokasi gedung berada di area terbuka yang berdekatan dengan persawahan, sehingga angin dapat bertiup kencang tanpa penghalang.
“Depannya sawah, jadi angin bisa langsung masuk,” imbuhnya.
Pascakejadian, pihak Koramil bersama pemerintah desa setempat langsung melakukan pembersihan material yang runtuh guna menghindari potensi bahaya lanjutan. Rencananya, perbaikan akan dilanjutkan pada hari berikutnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

