Jelang Musim Penghujan, BPBD Kota Batu Antisipasi Banjir

Kegiatan susur sungai tersebut menjadi upaya untuk waspada terhadap dampak yang ditimbulkan dari kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Gunung Arjuna pada pertengahan September 2023 lalu.

18 Nov 2023 - 07:15
Jelang Musim Penghujan, BPBD Kota Batu Antisipasi Banjir
Antisipasi bencana Banjir oleh BPBD Kota Batu (ist)

Kota Batu, SJP - Upaya Pemkot Batu dalam melakukan mitigasi bencana banjir, mulai dilakukan secara masif oleh BPBD Kota Batu bersama stakeholder terkait.

Hal ini dibuktikan dengan kegiatan susur sungai yang akan dilakukan selama sebulan mendatang, untuk menekan potensi terjadinya korban banjir seperti yang terjadi pada 4 November 2021 lalu di Desa Bulukerto.

"Terus terang yang sudah kami lakukan pada kegiatan susur sungai di kawasan titik persebaran bendungan alam di Pusung Lading, Bukit Pucung, Desa Bulukerto pada 15-16 November lalu. Untuk selanjutnya akan ada sungai-sungai lain yang akan kami cek," katanya Sabtu (18/11/2023).

Kegiatan susur sungai tersebut menjadi upaya untuk waspada terhadap dampak yang ditimbulkan dari kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Gunung Arjuna pada pertengahan September 2023 lalu.

Mengingat, Lahan hutan yang terbakar di Gunung Arjuna wilayah Kota Batu seluas 917 hektar disertai karhutla tersebar di beberapa titik, antara lain Curah Wirang, Gunung Kembar 1 dan 2 serta Curah Wedi yang merupakan hulu Sungai Krecek.

“Di sana masih ditemukan tumpukan pohon-pohon tumbang dan timbunan tanah yang tergerus arus air. Tersebar di beberapa titik. Sifatnya pendataan kembali untuk menentukan tindakan. Semisal, apakah pohon-pohon yang tumbang dipotong atau disingkirkan menjauh dari aliran air,” imbuh Agung.

Terpisah, Kepala Desa Bulukerto Suhermawan membenarkan bahwa kegiatan susur sungai ini menjadi bentuk kesiapsiagaan bersama mencegah kejadian banjir bandang, agar tidak terulang lagi. Mengingat dalam peristiwa tersebut menewaskan 7 orang dan merusak 35 rumah yang tersebar di enam titik.

"Bencana itu diluar prediksi karena wilayah tersebut tidak memiliki catatan historis dan secara geografis relatif aman dari ancaman banjir bandang. Saat Oktober lalu telah ditemukan 28 titik longsor, 19 kayu sar dan disposal berupa clay dan batu, jadi kegiatan kemarin itu pengecekan kembali dan update apakah ada material tambahan dari dampak bencana karhutla yang berpotensi membawa banjir ke desa kami. Kami juga tidak ingin ada banjir jilid kedua untuk Bulukerto pada tahun ini hingga kedepannya," pungkas Mawan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow