Jalur Klemuk Dihapus dari Google Maps, Pemkot Batu Tutup Celah Wisatawan “Tersesat” ke Jalur Ekstrem
Penghapusan Jalur Klemuk dari Google Maps menunjukkan pendekatan baru dalam mitigasi kecelakaan, dengan menyasar sumber masalah yang selama ini luput—yakni rekomendasi rute dari aplikasi digital. Jika langkah ini berhasil, bukan hanya akses yang terkendali, tetapi juga pola pergerakan kendaraan bisa diarahkan ke jalur yang lebih aman secara sistematis.
KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota Batu mulai mengambil langkah tidak biasa untuk menekan angka kecelakaan di Jalur Klemuk. Tak hanya menutup akses fisik, kini jalur tersebut juga diusulkan dihapus dari Google Maps agar tidak lagi direkomendasikan kepada pengguna jalan, khususnya wisatawan dari luar daerah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu, Aries Setiawan pada Kamis (16/4/2026) membenarkan bahwa pihaknya tengah mengajukan penghapusan Jalur Klemuk Jalan Rajakwesi, Songgokerto, dari sistem navigasi digital tersebut.
“Masih kami ajukan untuk penghapusan Jalur Klemuk di Google Maps dan langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya angka kecelakaan di jalur tersebut yang kerap dipicu oleh pengendara yang mengikuti petunjuk aplikasi navigasi tanpa mengetahui kondisi medan sebenarnya. Dengan dihapusnya jalur ini dari peta digital, diharapkan kendaraan terutama dari luar kota tidak lagi diarahkan melewati rute berbahaya tersebut," urainya.
Jalur Klemuk sendiri dikenal memiliki kontur ekstrem dengan kemiringan mencapai hampir 60 derajat. Kondisi ini membuatnya rawan kecelakaan, terutama kasus rem blong yang berulang kali terjadi dan bahkan menimbulkan korban jiwa.
Upaya mitigasi sebenarnya sudah dilakukan masyarakat setempat dengan membangun jalur penyelamat secara swadaya. Namun, langkah tersebut belum cukup menekan angka kecelakaan secara signifikan.
"Sejalan dengan kebijakan digital tersebut, penutupan fisik juga telah diberlakukan. Pemerintah daerah memasang palang besi dan water barrier untuk memastikan kendaraan roda empat tidak lagi melintas di jalur tersebut," imbuhnya.
Sementara itu, akses bagi kendaraan roda dua masih dibuka terbatas. Namun, pengendara khususnya pengguna motor matic diimbau untuk tidak melintasi Jalur Klemuk dan memilih jalur utama yang lebih aman.
"Kebijakan ini menjadi kombinasi antara intervensi fisik dan digital dalam pengelolaan lalu lintas berbasis keselamatan. Pemkot Batu mencoba menutup seluruh kemungkinan akses, baik secara langsung di lapangan maupun melalui sistem navigasi yang selama ini menjadi rujukan utama pengendara," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

