Uni Eropa dan Indonesia Sepakat Lawan Kebijakan Trump soal Tarif Impor

Usut punya usut, kebijakan tidak populis itu bukan tanpa alasan. Trump menuduh Indonesia telah membebankan tarif 64 persen pada barang impor dari AS.

04 Apr 2025 - 16:29
Uni Eropa dan Indonesia Sepakat Lawan Kebijakan Trump soal Tarif Impor
Mengenal apa itu reciprocal tariffs yang diterapkan Donald Trump. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

SUARAJATIMPOST.COM - Uni Eropa mengecam kebijakan tarif impor baru yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Kebijakan itu dinilai merugikan ekonomi negara berkembang, seperti Indonesia. Kini, Uni Eropa tengah berusaha mempercepat perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Indonesia.

Donald Trump menarik perhatian dunia dengan kebijakan tarif resiprokal yang bertujuan mengurangi defisit perdagangan pada apa yang dia sebut sebagai "Hari Pembebasan".

Trump memberlakukan tarif 20 persen pada barang dari Uni Eropa, yang kemudian dibalas dengan langkah-langkah kontra dari blok tersebut.

Ketua Komite Perdagangan Internasional Parlemen Eropa, Bernd Lange mengkritik kebijakan yang dianggap merugikan negara berkembang seperti Indonesia itu.

Sebab kebijakan itu berdampak lebih besar pada negara berkembang. Karena harus menghadapi tarif hingga 32 persen untuk ekspor ke AS. Jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Uni Eropa.

"Tarif ini akan merugikan banyak pihak, termasuk produsen di AS, Uni Eropa, dan terutama negara-negara Global South," ujar Lange dalam wawancara dengan Eudebates TV sebagaimana dilansir oleh Beritasatu.com.

Lange menambahkan, Uni Eropa memang terdampak, tetapi negara seperti Indonesia menghadapi tarif di atas 30 persen yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.

Dampak negatif dari perang dagang ini mendorong Uni Eropa untuk memperkuat jaringan perdagangan dengan mitra yang lebih dapat diandalkan. Karena itu perundingan CEPA dengan Indonesia harus dipercepat.

Politisi Eropa itu berencana mengunjungi Indonesia dalam dua pekan ke depan untuk mempercepat negosiasi yang dimulai sejak Juli 2016 itu. Meski progresnya lambat, dia optimistis kesepakatan bisa diselesaikan dalam tahun ini.

Sementara itu, Indonesia berupaya melobi AS sebelum tarif 32 persen mulai berlaku pada 9 April. Presiden Prabowo Subianto akan mengirim delegasi tingkat tinggi untuk bernegosiasi langsung dengan pemerintah AS terkait kebijakan tarif impor.

Usut punya usut, kebijakan tidak populis itu bukan tanpa alasan. Trump menuduh Indonesia telah membebankan tarif 64 persen pada barang impor dari AS.

Tuduhannya berdasarkan perhitungan yang mencakup hambatan perdagangan nontarif, seperti regulasi perizinan impor yang kompleks.

Tidak hanya itu, tuduhan serupa juga dialamatkan kepada Uni Eropa. Trump menuding Uni Eropa menerapkan tarif 39 persen terhadap barang impor dari AS. (**)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow