IMM Universitas Muhammadiyah Malang Adakan Nobar Film Dokumentasi Kenang Tragedi Kanjuruhan

Adanya nobar kali ini diharapkan mahasiswa mulai tertantang dan respek terhadap kondisi atau problematika yang ada, baik di dalam kampus maupun luar kampus khususnya tragedi Kanjuruhan yang sangat memilukan dengan korban 135 meninggal dunia.

04 Oct 2023 - 09:30
IMM Universitas Muhammadiyah Malang  Adakan Nobar Film Dokumentasi Kenang Tragedi Kanjuruhan
Halaman Helipad UMM Malang jadi venue para mahasiswa dari berbagai kampus nonton bareng film dokumenter tentang tragedi Kanjuruhan (Foto : Hafid/SJP)

Kota Malang, SJP - IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Malang, Arema Kampus Putih serta Bem UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) adakan nonton bareng (nobar) film dokumenter Tragedi Kanjuruhan di lapangan Helipad.

Ketua IMM dari Kampus UMM Malang bernama Ahmed, mengatakan, agenda kali ini merupakan rentetan dari agenda september hitam awal bulan lalu.

"Tag Line September hitam bulan lalu dan hari ini adalah puncak acara, kami bersama-sama nobar film dokumenter tentang tragedi Kanjuruhan yang diperingati tanggal 1 Oktober beberapa hari lalu," ucapnya kepada suarajatimpost.com, Selasa (3/10/2023) malam.

Pihaknya mengakui jika beberapa rekan-rekan mahasiswa serta seniornya sejak awal tragedi sudah mendampingi para korban dan keluarga korban tragedi Kanjuruhan.

"Senior-senior hingga hari ini masih membantu dalam advokasi, sejak awal tragedi baik di ranah hukum, trauma healing pasca trauma, juga dari hastag usut tuntas, artinya menuntaskan setuntas-tuntasnya keadilan yang diperjuangkan para keluarga korban kanjuruhan," tukasnya.

Nobar yang diadakan kali ini memang diharapkan mahasiswa mulai tertantang dan respek terhadap kondisi atau problematika yang ada, baik di dalam kampus maupun luar kampus khususnya tragedi Kanjuruhan yang sangat memilukan dengan korban 135 meninggal dunia.

Ahmed yang sempat kaget dengan antusiasnya para mahasiswa yang datang bahkan ada pihak keluarga korban yang juga datang menyebut jika nobar kali ini tak hanya mengenang tragedi Kanjuruhan.

Namun juga sebagai stimulasi mahasiswa yang harus tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah, atau kampus yang dianggap tidak sesuai atau relevan, karena dirasa sudah lemah rasa kritis tersebut oleh sebab masa pandemi beberapa tahun lalu.

Agenda yang digelar kali ini berakhir sekira pukul 21.00 WIB yang dimulai pukul 19.00 WIB dihadiri ratusan solidaritas baik Mahasiswa UMM juga beberapa keluarga korban tragedi Kanjuruhan. (*)

Editor : Noordin

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow