Harga Bumbu Dapur di Pasar Among Tani Turun, Permintaan Ikut Merosot

Turunnya harga komoditas pangan di Pasar Among Tani tidak otomatis menjadi kabar baik. Jika tren ini berlanjut, baik petani maupun pedagang berpotensi mengalami kerugian lebih besar.

06 Sep 2025 - 22:55
Harga Bumbu Dapur di Pasar Among Tani Turun, Permintaan Ikut Merosot
Subhan salah satu penjual di Pasar Among Tani Kota Batu (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Lesunya perekonomian masyarakat dalam beberapa bulan terakhir berdampak pada turunnya harga sejumlah komoditas bumbu dapur di Pasar Among Tani Kota Batu.

Data terbaru menunjukkan, harga bawang merah turun dari Rp 55 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Bawang putih dari Rp 35 ribu menjadi Rp 33 ribu, cabai merah dari Rp 35 ribu menjadi Rp 28 ribu, cabai keriting dari Rp 41 ribu menjadi Rp 30 ribu, serta cabai rawit dari Rp 34 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram.

Subhan, pedagang cabai warga Sisir yang berjualan di Pasar Among Tani menguraikan turunnya harga tersebut bukan semata karena melimpahnya pasokan, melainkan juga dipicu oleh menurunnya daya beli masyarakat. Kondisi ini dirasakan langsung oleh para pedagang.

“Sekarang harga cabai memang turun cukup jauh, tapi pembelinya juga berkurang. Banyak orang belanja seperlunya saja, tidak seperti dulu. Ekonomi sedang berat, jadi meski murah, permintaan tetap lesu,” ujarnya.

Menurut Subhan, biasanya menjelang akhir pekan ia bisa menghabiskan hingga 30 kilogram cabai berbagai jenis. Namun, dalam beberapa minggu terakhir, penjualannya hanya berkisar 15–20 kilogram per hari.

“Kalau kondisi begini terus, pedagang juga kena imbasnya. Barang ada, harga turun, tapi yang beli tidak banyak,” tambahnya.

Fenomena penurunan harga yang dibarengi dengan melemahnya permintaan ini menjadi indikator tekanan daya beli masyarakat. Para pedagang berharap pemerintah dapat mendorong perputaran ekonomi agar transaksi di pasar tradisional kembali ramai. (*)

Editor : Danu S

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow