Halalbihalal Kadin Gresik: Dorong Insentif Industri di Tengah Dampak Konflik Timur Tengah

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gresik, bersama pengurus Kadin Jawa Timur dan Seluruh Ketua Kadin Kabupaten/ Kota se-Jawa Timur menggelar pertemuan pembahasan terkait isu dampak konflik geopolitik sekaligus momentum halal bihalal.

30 Mar 2026 - 21:59
Halalbihalal Kadin Gresik: Dorong Insentif Industri di Tengah Dampak Konflik Timur Tengah
Ketua Kadin Kabupaten Gresik, Moch Choirul Rizal. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP — Eskalasi konflik di Timur Tengah mulai memukul sektor industri di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Ketegangan geopolitik tersebut dilaporkan mengganggu rantai pasok bahan baku dan memicu pembengkakan biaya produksi bagi para pengusaha lokal.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gresik, bersama pengurus Kadin Jawa Timur dan Seluruh Ketua Kadin Kabupaten/ Kota se-Jawa Timur menggelar pertemuan pembahasan terkait isu dampak konflik geopolitik tersebut, Senin (30/3/2026).

Beberapa Asosiasi seperti APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia), Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), dan Iwapi (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) turut hadir pada acara pertemuan sekaligus menjadi ajang halal bihalal di bulan Syawal.

Ketua Kadin Kabupaten Gresik, Moch Choirul Rizal, mengatakan dampak akibat perang yang terjadi mengakibatkan harga bahan bakar terutama minyak mengalami kenaikan signifikan bagi pelaku usaha. 

"Hari ini solar industri sudah naik. Yang tadinya antara Rp15.000—Rp16.000 per liter, sekarang sudah Rp20.000 per liter. Sudah seperti itu. Jadi pasti nanti semua sektor akan terpengaruh terhadap hal ini," kata Rizal.

Rizal menyampaikan, Kadin melakukan pembahasan terkait langkah strategis mencari solusi atas dampak eskalasi perang kawasan Timur Tengah. 

Ia menyebut, Kadin akan memberikan masukan terhadap pemerintah pusat maupun daerah agar dampak gejolak yang terjadi tidak terlalu berat bagi pelaku usaha. 

Pembahasan solusi seperti pemberian insentif bagi pelaku usahapun bakal dilakukan untuk meredam gejolak yang terjadi seperti pemberhentian hubungan kerja (PHK) masal.

"Dengan adanya kenaikan ini yang pastinya akan mempengaruhi harga mulai bahan baku sehingga sampai harga penjualan. Kita tetap berkoordinasi dengan pemerintah bagaimana mungkin ada insentif-insentif dari pemerintah yang didapatkan. Sehingga gejolaknya tidak terlalu besar," jelasnya. 

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik terhadap dampak kondisi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. 

"Imbuhan kadin terhadap masyarakat agar tetap tenang. Tidak perlu harus bingung dengan masalah seperti ini. Tidak perlu harus panik," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow