Hadiri Ujian Doktor Terbuka, Rektor UIN Malang Dukung Penguatan Kepemimpinan Akademik Perempuan Pesantren
Rektor UIN Malang menilai capaian doktor Nyai Lelly memperkuat kepemimpinan akademik perempuan pesantren sekaligus mendorong kolaborasi pendidikan tinggi dan pesantren nasional.
SURABAYA, SJP — Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menegaskan dukungannya terhadap penguatan kepemimpinan akademik perempuan di lingkungan pesantren melalui kehadirannya dalam Sidang Ujian Doktor Terbuka Ibu Nyai Dr. Hj. Lelly Lailiyah Novianti, Dra., M.M., istri Ketua PWNU Jawa Timur KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.
Forum akademik tersebut berlangsung di Universitas Airlangga Surabaya, Selasa (30/6/2026).
Sidang doktor terbuka yang mengangkat disertasi berjudul "Nilai-Nilai Qonun Asasi Nahdlatul Ulama dalam Politik Hukum Pengembangan Sumber Daya Manusia di Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045" menjadi ruang akademik yang mempertemukan ulama, akademisi, serta para pemangku kepentingan nasional dalam satu forum ilmiah.
Kehadiran berbagai tokoh dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, dan pesantren mencerminkan semakin kuatnya sinergi antarlembaga dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Forum ilmiah tersebut turut dihadiri Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf, M.Si., Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi periode 2022–2024 H. Abdullah Azwar Anas, S.S., M.Si., para ulama, pimpinan lembaga, akademisi, serta sivitas akademika dari berbagai perguruan tinggi.
Kehadiran para tokoh nasional tersebut semakin mempertegas nilai strategis forum akademik sebagai ruang pertukaran gagasan, penguatan jejaring keilmuan, dan kolaborasi lintas institusi.
Bagi Prof. Ilfi, partisipasi dalam forum tersebut merupakan bagian dari komitmen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk terus memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat kolaborasi kelembagaan.
Melalui kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi, pesantren, dan lembaga strategis, UIN Malang terus mendorong terciptanya ekosistem akademik yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan guna mendukung penguatan tridarma perguruan tinggi.
Lebih dari itu, Prof. Ilfi menilai keberhasilan Ibu Nyai Lelly meraih gelar doktor menjadi representasi semakin menguatnya kepemimpinan akademik perempuan di lingkungan pesantren.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa perempuan pesantren memiliki kapasitas intelektual yang mampu memberikan kontribusi strategis bagi pengembangan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan bangsa.
"Selamat dan sukses kepada Ibu Nyai Dr. Hj. Lelly Lailiyah Novianti, Dra., M.M., atas capaian akademik yang luar biasa ini. Semoga gelar doktor yang diraih menjadi wasilah untuk semakin memperkuat kontribusi dalam pengembangan pendidikan pesantren serta melahirkan sumber daya manusia yang unggul," ujar Prof. Ilfi.
Prof. Ilfi berharap capaian akademik tersebut dapat menjadi inspirasi bagi semakin banyak perempuan pesantren untuk terus mengembangkan kapasitas keilmuan, memperkuat kepemimpinan intelektual, dan mengambil peran strategis dalam pembangunan peradaban melalui pendidikan.
"Harapannya, Bu Nyai Lelly menjadi motivator dan inspirator bagi para santri, para nawanin, serta para bu nyai lainnya agar terus mengembangkan tradisi keilmuan dan memberikan kemaslahatan yang lebih luas bagi umat, Nahdlatul Ulama, bangsa, dan negara," tuturnya. (***)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

