Hadapi Era Digital, PWI Dituntut Jadi Motor Kolaborasi dan Edukasi

PWI harus menjadi motor penggerak kolaborasi, yang bisa mengedukasi masyarakat dalam menyajikan informasi. Bukan sekadar wadah eksklusif.

10 Jul 2025 - 15:02
Hadapi Era Digital, PWI Dituntut Jadi Motor Kolaborasi dan Edukasi
Machmud Suhermono saat memberikan materi penguatan organisasi dalam Konferensi PWI Kabupaten Bondowoso (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Di era teknologi dan masifnya informasi melalui media sosial, menjadi tantangan besar bagi eksistensi media pers di Indonesia. 

Mengantisipasi hal itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur menekankan pentingnya penguatan organisasi profesi dalam memfilter informasi yang kian marak di media sosial.

Saat ini, persaingan antar media tidak lagi dibutuhkan. Melainkan sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak serta lembaga.

Hal itu dikatakan oleh Wakil Ketua PWI Jawa Timur Bidang Organisasi, Machmud Suhermono, saat memimpin Konferensi PWI Kabupaten Bondowoso, di Laboratorium Kopi Kelurahan Dabasah, Kamis (10/7/2025).

"Sekarang bukan zaman di mana harus bersaing antar media. Organisasi harus diperkuat, di zaman digital tidak ada lagi persaingan. Di era saat ini adalah sinergi dan kolaborasi. Kalau tidak bisa bersinergi, mati kita," ungkapnya.

Dirinya mengingatkan jika PWI harus menjadi motor penggerak kolaborasi, yang bisa mengedukasi masyarakat dalam menyajikan informasi. Bukan sekadar wadah eksklusif.

Lebih-lebih saat ini kian marak warga yang menggunakan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang diakui telah mengubah lanskap media secara signifikan.

"Jangan sampai PWI menjadi wadah yang Kalau eksklusif. Karena itu akan membuat kita semakin susah menghadapi era digital yang lebih mengutamakan AI. Perlu diketahui, AI tidak bisa menggantikan wartawan. Tapi wartawan yang tidak tahu AI akan ketinggalan," sebutnya.

Wartawan saat ini, kata Machmud, sangat diuntungkan dengan keterbukaan informasi. Bahkan, dengan keterbukaan informasi ini, media pers tidak lagi menjadi corong dan pemasok informasi. 

"Oleh sebab itu, PWI mendorong insan pers untuk memanfaatkan teknologi secara optimal demi peningkatan kapasitas diri dan organisasi. Kita (insan pers) dan teknologi harus seiring sejalan," tandasnya.

Dorong PWI Berkolaborasi dalam Edukasi 

Sosok penguji Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ini, menyarankan agar PWI berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat melalui forum - forum kajian dan pelatihan, baik untuk peningkatan sumber daya manusia internal maupun bagi masyarakat luas. 

"Saya percaya bahwa keberadaan PWI bisa memberikan manfaat besar bagi banyak pihak. PWI bermanfaat bagi anak sekolah, desa, perguruan tinggi dalam literasi media,” ucapnya.

Bahkan, Machmud Suhermono menekankan, bahwa kolaborasi bukanlah soal membagi hasil yang sudah ada, tetapi justru untuk memperbesar manfaat bersama.

"Kolaborasi bukan untuk makan kue bersama-sama. Tapi memperbesar kue agar bisa sejahtera bersama-sama," pungkasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow