Gus Yahya : Pelaksanaan Munas-Konbes PBNU 2026 di Kediri Berjalan Lancar

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf memastikan pelaksanaan Munas-Konbes PBNU 2026, yang berlangsung di Ponpes Al-Falah Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri selama 3 hari terakhir berjalan dengan baik dan lancar, tanpa ada halangan. 

22 Jun 2026 - 20:45
Gus Yahya : Pelaksanaan Munas-Konbes PBNU 2026 di Kediri Berjalan Lancar
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf di Ponpes Al Falah Ploso (foto : Putra )

KEDIRI, SJP - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf memastikan pelaksanaan Munas-Konbes PBNU 2026, yang berlangsung di Ponpes Al-Falah Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri selama 3 hari terakhir berjalan dengan baik dan lancar, tanpa ada halangan. 

Munas-Konbes PBNU 2026 turut dihadiri sejumlah masyayikh PBNU serta para tokoh lainnya. Senin, (22/6/2026) sendiri menjadi hari terakhir pelaksanaan Munas-Konbes PBNU 2026 di Kediri. 

Esok hari, yakni Selasa, (23/06/2026) penutupan Konbes-Munas PBNU 2026 akan dilakukan di Bangkalan. Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam penutupan. 

"Pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Kombes NU di Ponpes Al-Falah, Ploso ini berjalan dengan luar biasa baik dan lancar. Hal-hal yang tadinya dikhawatirkan sama sekali tidak terjadi. Semuanya kami yakin betul karena barokah. Kekuatan rohani yang ada di tempat yang berkah ini yang menaungi kami semua dan senantiasa mengingatkan kami semua tentang keikhlasan di dalam berkhidmat," ujar tokoh yang akrab disapa Gus Yahya itu, Senin (22/6/2026). 

Gus Yahya menambahkan selama tiga hari terakhir, para peserta Munas-Konbes telah mendiskusikan banyak hal, seperti keagamaan dan organisasi. Hasilnya, terdapat sejumlah rumusan keputusan serta peraturan perkumpulan, yang nanti akan ditetapkan di Muktamar PBNU ke 35. 

"Sejumlah aturan yang sudah sejak lama didiskusikan akhirnya bisa disepakati yaitu peraturan berkumpulan mengenai tambang. Ini nanti pasti akan ditunggu elaborasinya oleh masyarakat. Kita akan lakukan pada kesempatan berikutnya nanti," tukas Gus Yahya lagi. 

Selain itu, dihasilkan rumusan peraturan berkumpulan tentang pengelolaan platform digital dan juga hal-hal yang diusulkan kepada Muktamar untuk dibahas mulai dari ADRT serta sinkronisasi.

"Program dan roadmap 25 tahun PBNU dan lain-lain," tambahnya. 

Muktamar ke 35 sendiri disepakati berlangsung 1-5 Agustus 2026 nanti. Dimana lokasi tepat untuk pelaksanaan Muktamar masih belum diketahui, namun ada sejumlah daerah yang mengajukan diri sebagai opsi lokasi. 

"Sebulan lagi kurang lebih, sedangkan tempat utama tadi disepakati ada beberapa alternatif kewilayahan yakni NTB, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Sumatera Barat. Nanti akan diproses lebih lanjut oleh PBNU dalam waktu dekat ini, untuk segera menyampaikan kesimpulan," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow