Guru TK di Jombang Hidup di Rumah Tak Layak dengan Gaji Minim

Kondisi rumah Yuliana sangat memprihatinkan. Lantai utama hanya berupa tanah yang ditutupi terpal, sementara lantai semen di teras dan ruang tamu sudah berlubang.

13 Oct 2025 - 16:17
Guru TK di Jombang Hidup di Rumah Tak Layak dengan Gaji Minim
Yuliana menunjukkan kondisi rumah yang mengalami kerusakan diberbagai sisi. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP - Seorang guru TK di Jombang, Jawa Timur, terpaksa tinggal di rumah tidak layak huni akibat keterbatasan ekonomi. Dialah Yuliana Emawati (43), seorang guru TK dan Playgroup di Kecamatan Sumobito yang telah sembilan tahun menghuni rumah berdinding triplek dan anyaman bambu di Dusun Johowinong, Desa Johowinong, Kecamatan Mojoagung.

Kondisi rumah Yuliana sangat memprihatinkan. Lantai utama hanya berupa tanah yang ditutupi terpal, sementara lantai semen di teras dan ruang tamu sudah berlubang.

Atap rumahnya bocor dan dinding bambunya miring serta reyot, sehingga harus ditambal dengan banner bekas. Kerusakan yang telah berlangsung selama dua tahun ini tidak kunjung diperbaiki karena ketiadaan biaya.

"Saat hujan deras, air masuk dari atap. Kami terpaksa tidur di kamar yang tidak bocor. Jika angin kencang, suara banner menahan angin sangat keras dan membuat saya serta anak saya selalu cemas," tutur Yuliana, yang merupakan single parent dengan satu anak kepada wartawan, Senin (13/10/2025). 

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Yuliana hanya mengandalkan gaji sebagai guru TK yang berkisar Rp350 ribu hingga Rp400 ribu per bulan. 

Penghasilan tersebut bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi memperbaiki rumah. Ia pun terpaksa berjualan bahan dapur, pernak-pernik, dan kerudung untuk menambah pendapatan.

Hingga saat ini, Yuliana mengaku belum pernah menerima bantuan pemerintah secara khusus untuk perbaikan rumah. Meski pernah mendapat bantuan sembako dari Bupati Jombang, ia tidak mengetahui cara mengajukan permohonan bantuan perbaikan tempat tinggal.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Pengembangan Kawasan Pemukiman Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang, Ahmad Rofiq Ashari, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pendataan rumah tidak layak huni di seluruh Jombang.

Pemerintah kabupaten juga telah mengajukan permohonan bantuan sekitar 10.000 unit rumah ke pemerintah pusat untuk program bedah rumah.

"Berdasarkan data dan informasi, kondisi rumah Bu Yuliana layak mendapat bantuan. Kami akan melakukan pengecekan agar tidak ada warga yang terlewat," tegas Ahmad Rofiq Ashari. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow