Visitasi Lapangan Pembukaan Prodi Profesi Ners FK Universitas Negeri Malang

Melalui Visitasi ini, harapannya rekomendasi dari LAM PTKes dapat segera terbit sehingga UM dapat segera menyelenggarakan pendidikan profesi ners di tahun depan. 

19 Nov 2023 - 16:30
Visitasi Lapangan Pembukaan Prodi Profesi Ners FK Universitas Negeri Malang
Tim Prodi Profesi Ners dan Asesor Lam-PT Kes. (Foto : Ronal/SJP)

Malang, SJP - Tim Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Perguruan Tinggi (PT) Kesehatan, melakukan visitasi lapangan ke Prodi Profesi Ners, Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang (UM).

Kegiatan dilaksanakan pada Kamis hingga Jumat, tanggal 16-17 November 2023. Tim yang datang adalah Lely Lusmilasari, S.Kp M.Kes, PhD dan Teuku Tahlil, S.Kp, Ms, PhD.

Kegiatan diawali dengan peninjauan sarana dan prasarana pada Kamis (16/11/2023). Hari selanjutnya, Jumat (17/11/2023) paparan profil, kurikulum dan klarifikasi dokumen terkait materi pembelajaran, sumber daya manusia dari prodi Profesi Ners FK UM. 

Kegiatan visitasi lapangan juga dilakukan wawancara kepada rumah sakit pendidikan utama prodi ini. Yaitu RSUD Kanjuruhan Kepanjen, dengan melihat profil RSUD serta mencermati sarana prasarana pembelajaran yang tersedia di RSUD terbesar di Kabupaten Malang tersebut.

Visitasi lapangan berlangsung dengan baik, dalam suasana yang hangat serta memberikan banyak pembelajaran serta masukan terhadap proses belajar mengajar di prodi profesi ners FK UM. 

Hasil visitasi lapangan telah dipaparkan di hadapan Rektor UM Prof Dr Hariyono MPd dan Dekan FK UM Dr dr Moch Yunus, M.Kes serta jajaran pimpinan universitas. 

Harapannya, surat rekomendasi dari LAM PTKes dapat segera terbit sehingga UM dapat segera menyelenggarakan pendidikan profesi ners di tahun depan. 

“Yang divisitasi oleh LAM PTKes selama dua hari itu memang banyak aspek. Mulai laboratorium hingga rumah sakit yang jadi mitra Prodi Profesi Ners FK UM itu,” jelas Rektor UM Prof Hariyono. 

Dalam kegiatan itu, ada beberapa rekomendasi yang perlu ditingkatkan. Tapi sebagian besar baik.

“Tapi keputusannya itu tetap di Dirjen Dikti. Apakah dalam waktu dekat ini atau tidak, masih kita tunggu,” kata Dekan FK UM Dr Yunus. 

Sebelum ada surat izin yang keluar, maka tidak ada penerimaan calon mahasiswa baru. Ia mengatakan jika UM tidak bisa menargetkan kapan keluar karena sifatnya menunggu keputusan saja. 

Karena izin mendirikan prodi terkait kesehatan akan mengikuti aturan di lembaga akreditasi mandiri yang ada di kesehatan, yaitu LAM PTKes.

UM akan mendeklarasikan prodi baru ini. “Namun  sejauh ancer-ancer skema seleksinya ya belum ada karena menunggu surat izin dulu,” ungkap dekan FK UM. 

Ia menjelaskan, dosen di Prodi Profesi Ners sebanyak 12 orang dengan berbagai keahlian.

“Di prodi-prodi lainnya harus begitu. Pembelajaran di kampus harus dijaga agar kualitasnya bagus. Pada prodi Profesi Ners FK UM ini adalah prodi baru. Maka nanti harus bisa menjaga kualitas itu. Saingannya tak hanya perguruan tinggi di Indonesia tapi juga di luar Indonesia,” ujarnya. 

Tantangan FK saat ini adalah penyakit di era sekarang justru bukan penyakit menular, tapi penyakit degeratif.

Maka prodi Profesi Ners FK UM harus bisa melakukan kegiatan promotif dan preventif agar masyarakat bisa hidup sehat dengan melakukan olahraga. 

Ia menyatakan, penyakit generatif karena gaya hidup. Baik karena pola makan, pola olahraga dan pola pikir.  Hal ini sesuai dengan kecirian prodi profesi ners yaitu sport nursing. 

“Jarangnya keperawatan yang berfokus olahraga di Indonesia, menjadi peluang Prodi Profesi Ners FK UM menjadi rujukan keperawatan olahraga di Indonesia kedepannya,” Imbuh Dekan FK UM. (***)

Pewarta : Kontri 2
Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow