Gurihnya Kerupuk Merah Buatan Warga Blitar, Cocok sebagai Pelengkap Rujak Ulek

Kerupuk merah buatan warga Blitar ini laris manis di pasaran. Biasanya jadi pendamping menu rujak ulek khas Blitar.

01 Apr 2025 - 20:02
Gurihnya Kerupuk Merah Buatan Warga Blitar, Cocok sebagai Pelengkap Rujak Ulek
Proses pembuatan kerupuk merah atau kerupuk rujak ulek. (Foto: Ninda Kinanti)

BLITAR, SJP - Pecinta menu makanan rujak ulek pastinya tidak asing dengan kerupuk yang menjadi pendamping kuliner bercita rasa pedas manis itu. Kerupuk berwarna merah ini merupakan pelengkap dari sajian makanan tersebut. 

Perpaduan rasa pedas, manis, dan gurih membuat siapa pun yang menyantapnya akan merasa ketagihan.

Di Kabupaten Blitar, tepatnya di Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan ada seorang pelaku usaha kecil yang memproduksi kerupuk rujak ulek yang sudah berdiri sejak tahun 1970.

Dia adalah Imam Solikin, salah satu dari puluhan pelaku usaha kerupuk rujak ulek yang masih eksis sampai sekarang.

"Usaha kerupuk rujak ulek ini sudah saya tekuni sejak lama dan merupakan usaha keluarga yang turun temurun dari kakek saya," ucapnya, Jumat (28/3/2025).

Kerupuk rujak ulek buatan Imam Solikin ini berbeda dari biasanya. Kerupuk buatannya memiliki cita rasa yang khas. Seperti rasa yang gurih, renyah, dan saat dimakan tidak menempel di langit-langit mulut. 

Cita rasa yang khas ini membuat kerupuk buatan Imam yang sudah diproduksi sejak tahun 1970 masih tetap diburu oleh pelanggannya.

"Kerupuk yang saya buat ini beda dari yang lain, gak nempel di langit-langit mulut dan rasanya gurih dan renyah," kata dia.

Pria yang akrab disapa Imam ini menjelaskan proses pembuatan kerupuk rujak ulek. Mulai dari menyiapkan bahan dasar, yaitu tepung tapioka dan diaduk dengan bumbu atau resep yang sudah disiapkan.

Kemudian dicetak berbentuk kotak persegi panjang. Setelah selesai dicetak, dioven selama 12 jam. Lalu diletakkan di tempat terbuka selama 3 hari.

Baru selanjutnya dipotong atau diiris menjadi kerupuk rujak sesuai ukuran dan tahap terakhir dijemur hingga kering.

"Proses pembuatan lumayan panjang. Selama ini kami pasarkan di sejumlah pasar tradisional yang ada di Blitar hingga Tulungagung," ujarnya.

Imam menambahkan, saat momen Ramadan hingga lebaran, terjadi peningkatan jumlah produksi keripik rujak ulek.

Jika sebelum Ramadan memproduksi sebanyak 3 ton, maka saat Ramadan hingga Lebaran produksi kerupuk rujak milik Imam Solikin bisa mencapai 6 ton. Harganya pun terjangkau. Hanya Rp 62 ribu per 5 kilogram. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow