Gudang Biji Plastik di Kedamean Gresik Terbakar, 24 Personel Damkar Berjibaku Padamkan Api
Lamanya pemadaman yang hampir enam jam itu karena sulitnya mencari pasokan air. Biji plastik yang ada didalam gudang juga membuat kobaran api sulit dipadamkan.
GRESIK, SJP — Sebanyak 24 personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik dikerahkan untuk memadamkan kobaran api yang melahap gudang biji plastik di Jalan Raya Desa Tanjung, Kecamatan Kedamean, Rabu (22/4/2026) dini hari.
Petugas langsung diterjunkan ke lokasi sesaat setelah menerima laporan kebakaran di kawasan industri tersebut.
Kepala Regu Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik, Adi Suprayitno, mengatakan sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk mengatasi kobaran api.
"Sebanyak 6 unit mobil pemadam kebakaran dan 24 personel dari Unit Pos Damkar Driyorejo, Unit Pos Menganti, dan Unit Pos Kota dikerahkan untuk mengatasi kobaran api," kata Adi.
Adi menjelaskan, laporan kebakaran pertama kali diterima pada Selasa (21/4/2026) pukul 20.45 WIB dari sejumlah warga. Petugas kemudian langsung merespons dengan mengerahkan unit ke lokasi gudang biji plastik UD Maju Mapan di Jalan Raya Tanjung, Kecamatan Kedamean.
Petugas tiba di lokasi pada pukul 21.15 WIB dan mulai melakukan pemadaman hingga Rabu (22/4/2026) pukul 02.54 WIB.
Menurut Adi, durasi pemadaman yang memakan waktu hampir enam jam tersebut disebabkan oleh sulitnya mencari pasokan air.
Biji plastik yang berada di dalam gudang juga mengakibatkan kobaran api sulit dipadamkan. Belum diketahui pemicu kebakaran ini; petugas tengah melakukan penyelidikan.
"Api sudah langsung membesar di area gudang belakang. Tidak diketahui pasti penyebab awal mula kebakaran karena tidak adanya aktivitas pada malam hari di gudang. Untuk kronologi lebih jelas dan detailnya masih menunggu penyelidikan lebih lanjut," jelasnya.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, meski sempat memicu kepanikan warga.
"Kerugian materiel juga masih dalam pendataan petugas terkait," tambah Adi.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di area gudang atau bangunan yang menyimpan bahan mudah terbakar. Warga juga diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran agar dapat ditangani dengan cepat. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

