Gubernur Khofifah Lepas Ribuan Siswa SMK dan Alumni PMI Jatim Magang Kerja ke Luar Negeri

Kabupaten Tulungagung menjadi daerah dengan kontribusi peserta terbesar di Jawa Timur, mencapai 1.628 peserta. Angka tersebut disusul Kabupaten Madiun, Sidoarjo, Pasuruan, Kota Malang, dan Tuban. SMK Sore Tulungagung menjadi sekolah penyumbang peserta terbanyak dengan total 717 peserta.

14 May 2026 - 19:30
Gubernur Khofifah Lepas Ribuan Siswa SMK dan Alumni PMI Jatim Magang Kerja ke Luar Negeri
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara simbolis melepas peserta program magang kerja ke luar negeri murid SMK negeri dan swasta di SMK Sore Tulungagung. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas peserta program magang kerja luar negeri bagi siswa SMK negeri dan swasta serta alumni pekerja migran Indonesia (PMI) wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan di SMK Sore Tulungagung, Kamis (14/5/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperluas peluang kerja global bagi lulusan pendidikan vokasi. Negara tujuan penempatan meliputi Jepang, Korea Selatan, Jerman, Turki, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Malaysia, hingga Singapura dengan sektor kerja yang beragam, mulai manufaktur, pertanian, konstruksi, kesehatan, hingga teknologi.

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada sekolah-sekolah vokasi yang dinilai berhasil menyiapkan lulusan berdaya saing internasional.

“SMK swasta yang memberikan inisiasi, motivasi, dan inspirasi untuk menggerakkan siswa-siswinya Go Global. Luar biasa. Para kepala SMK negeri dan swasta di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan yang juga menyiapkan siswa-siswinya Go Global, terima kasih,” ujar Khofifah.

Ia menegaskan, program magang luar negeri bukan sekadar penempatan kerja, melainkan proses peningkatan kompetensi atau up skilling bagi generasi muda Jawa Timur.

“Kalau sudah selesai bekerja di sana lima tahun, ini menurut saya bukan magang kerja semata. Ini adalah modal up-skilling. Skillnya ditingkatkan tentu dengan peralatan-peralatan modern dan jejaring market yang luar biasa. Bawalah ilmunya pulang, selain tentu membawa rezeki yang luar biasa,” katanya.

Khofifah juga menyebut para peserta sebagai bagian dari pahlawan devisa yang akan berkontribusi terhadap perekonomian negara melalui penghasilan yang diperoleh dari luar negeri.

“Anak-anak kita akan berangkat bekerja. Mereka akan mendulang devisa. Jadi kalau ada pahlawan devisa, bagian di antara pahlawan devisa adalah anak-anak yang luar biasa bersama kita di ruangan ini,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah turut memberikan pesan agar para peserta tetap menjaga identitas kebangsaan selama bekerja di luar negeri.

“Di negara manapun bumi dipijak, tetaplah kibarkan merah putih. Tetaplah di hati merah putih dan tetaplah di top of mind kita merah putih,” pesannya.

Usai acara pelepasan, Khofifah menjelaskan bahwa salah satu tantangan pendidikan saat ini adalah persoalan employability atau tingkat keterserapan lulusan di dunia kerja.

Menurutnya, SMK di Jawa Timur memiliki peran signifikan dalam membangun konektivitas kerja internasional bagi para siswa.

“SMK negeri dan swasta ini perannya signifikan untuk menginisiasi dan membangun koneksitas ruang kerja di berbagai negara,” katanya.

Ia menyebut kemampuan bahasa asing menjadi syarat utama yang harus dimiliki peserta sebelum diberangkatkan.

“Yang akan ke Turki bahasa Inggrisnya harus fasih. Yang akan ke Korea Selatan bahasa Korea. Yang akan ke Jepang bahasa Jepang. Yang ke Saudi dan Uni Emirat Arab tentu harus fasih bahasa Arab,” jelasnya.

Khofifah juga menyoroti tingginya permintaan tenaga kerja di sektor-sektor tertentu, salah satunya pengelasan bawah laut di Jerman.

“Saya tanya, welding atau pengelasan bawah laut itu memang permintaannya tinggi sekali,” ujarnya.

Selain sektor teknik, peserta juga akan bekerja di bidang pertanian, manufaktur, dan perhotelan. Menurut Khofifah, hal tersebut menunjukkan semakin luasnya diversifikasi profesi lulusan SMK Jawa Timur di pasar kerja global.

Sementara itu, Aries Agung Paewai melaporkan bahwa pada 2026 terdapat total 4.920 potensi penempatan kerja luar negeri yang berasal dari 112 SMK negeri dan swasta di Jawa Timur.

“Sebanyak 3.186 peserta magang kerja luar negeri dan 1.734 alumni pekerja migran akan kembali bekerja di luar negeri,” kata Aries.

Ia menjelaskan, Jepang masih menjadi negara tujuan utama karena tingginya kebutuhan tenaga kerja dan besarnya kepercayaan terhadap lulusan SMK Jawa Timur.

“Ini menunjukkan lulusan SMK Jawa Timur sudah menjadi bagian dari rantai tenaga kerja global,” ujarnya.

Menurut Aries, Kabupaten Tulungagung menjadi daerah dengan kontribusi peserta terbesar di Jawa Timur, mencapai 1.628 peserta. Angka tersebut disusul Kabupaten Madiun, Sidoarjo, Pasuruan, Kota Malang, dan Tuban.

Ia juga mengungkapkan bahwa SMK Sore Tulungagung menjadi sekolah penyumbang peserta terbanyak dengan total 717 peserta.

“Data ini membuktikan bahwa sekolah yang serius membangun budaya disiplin, bahasa asing, kompetensi industri, dan koneksi dunia kerja, maka peluang global sangat terbuka bagi anak-anak kita,” kata Aries.

Aries menambahkan bahwa peluang kerja internasional kini terbuka hampir di seluruh bidang keahlian SMK, mulai teknik mesin, otomotif, listrik, kesehatan, farmasi, kuliner, bisnis digital, hingga teknologi informasi.

“Dunia kerja internasional tidak hanya membutuhkan tenaga kerja fisik, tetapi juga tenaga kerja berbasis teknologi dan kompetensi modern. Ini membuktikan bahwa SMK Jawa Timur mulai selaras dengan kebutuhan industri global,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Aries berpesan agar para peserta menjaga disiplin, etos kerja, dan nama baik Indonesia selama bekerja di luar negeri.

“Kalau anak-anak sekalian sukses dan berhasil, maka lulusan SMK lain di seluruh Jawa Timur tentu akan ikut terbawa bisa bekerja di luar negeri,” katanya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow