Festival Unik Gropyok Tikus di Gresik Berhadiah Uang Tunai Rp 1.500 Per Ekor
Festival gropyok tikus, cara unik Warga Kabupaten Gresik untuk melakukan pengendalian serangan hama tikus bagi petani padi.
GRESIK, SJP — Festival unik gropyok tikus digelar Pemerintah Desa (Pemdes) Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, selama tujuh hari mulai tanggal 1 — 7 Mei 2025.
Dalam kegiatan tersebut, warga desa setempat bisa berlomba-lomba menangkap tikus sawah dengan hadiah uang tunai Rp 1.500 per ekor.
Adapun lokasi festival gropyok tikus ini mulai dilakukan di area sawah desa setempat mulai pukul 19.00 WIB hingga 23.00 WIB malam.
Kepala Desa Gredek, M. Bahrul Ghofar, mengatakan, festival ini sengaja dibuat untuk mengatasi masalah klasik petani soal serangan hama tikus.
"Warga yang berhasil menangkap tikus hidup maupun mati akan diberikan apresiasi dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 1.500 per ekor. Penukaran hasil tangkapan dilakukan langsung di balai desa," kata Ghofar, saat dikonfirmasi, Ahad (4/5/2025).
Ghofar menyampaikan, bahwa kegiatan festival gropyok tikus ini bukan sekadar agenda seremonial festival. Namun, festival ini juga menjadi bagian implementasi program nasional ketahanan pangan sebagaimana visi Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto.
Menurut dia, dengan digelarnya festival gropyok tikus menjadi langkah ikhtiar warga Desa Gredek memaksimalkan hasil panen padi di sawah.
“Ini adalah bentuk ikhtiar kami mendukung ketahanan pangan. Sebab mayoritas warga kami adalah petani padi, dan kami ingin produktivitas mereka terus meningkat tanpa terbebani hama,” jelas Ghofar.
Selain menggelar festival gropyok tikus ini, upaya pengendalian hama juga terus dimaksimalkan melalui pemasangan rumah burung hantu yang sudah merata di lahan pertanian desa.
"Penambahan unit rumah burung hantu direncanakan karena populasi tikus masih tergolong tinggi," paparnya.
Festival gropyok tikus ini menjadi ajang program kreativitas dan keberpihakan pada rakyat, permasalahan desa. Serta bisa diubah menjadi peluang ekonomi dan momentum kebangkitan sektor pertanian. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

