Batik Gajah Mungkur Jadi Upaya Pelestarian Budaya dan Sejarah di Gresik
Berlokasi di Kampung Kemasan, tepatnya di Jalan Arem-arem Kelurahan Kemuteran Pakelingan Kecamatan Gersik, Kabupaten Gresik, penjualan batik Gajah Mungkur terus dilakukan sebagai upaya pelestarian budaya dan sejarah di Gresik.
GRESIK, SJP — Eksistensi Batik Gajah Mungkur dilakukan sebagai upaya pelestarian budaya dan sejarah di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Berbagai ragam batik disajikan seperti gajah, rumah gajah mungkur, damar kurung, bandeng, dan rusa Bawean, yang memiliki corak dan motif yang identik dengan Kabupaten Gresik.
Berlokasi di Kampung Kemasan, tepatnya di Jalan Arem-arem Kelurahan Kemuteran Pakelingan Kecamatan Gersik, Kabupaten Gresik, karya batik ini konon dipercaya sudah ada sejak ratusan tahun silam.
"Batik Gajah Mungkur ini sebenarnya kita ingin melestarikan salah satu usaha dari mbah buyut yaitu batik. Kalau sekarang motifnya tentang kearifan lokal Gresik," kata Akhmad Choiri yang merupakan generasi keempat ahli waris Rumah Gajah Mungkur Gresik, Ahad (4/5/2025).
Choiri mengatakan, motif batik yang menjadi andalan di Batik Gajah Mungkur ini ialah motif patung gajah dan rumah gajah mungkur. Selanjutnya ia menyebut andalan motif lain untuk nguri-uri budaya ialah Sri Rarong-rong series.
Ia menyebut, Sri Rarong-rong tersebut merupakan nama perusahaan rokok dari jejak saudagar keluarganya.
"Lalu kita bikinkan motif Sri Rarong-rong series," jelasnya.
Batik Gajah Mungkur ini diproduksi sendiri oleh Choiri, bersama tim produksi sehingga desainnya nampak original tidak ada di tempat lainnya. Terkait harga, Batik Gajah Mungkur ini bervariasi mulai Rp 225 ribu sampai Rp 50 juta.
Adapun batik seharga Rp 225 ribu merupakan batik tulis koleksi dengan rata-rata sebagai hiasan dinding, selendang, dan sebagainya.
"Kalau lebih mahal batik fashion," tambahnya.
Menurut Choiri, penjualan Batik Gajah Mungkur ini sudah merambah ke berbagai daerah luar Gresik, hingga luar negeri.
"Belanda, Australia, Asis, dan negara Timur Tengah juga pernah kesini," pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

