Fenomena Hoax Mistis di Jawa Timur: Pocong, Tuyul, dan Ketakutan yang Dibuat-buat
Fenomena hoax mistis—pocong, tuyul, hingga keranda terbang—sering memicu kepanikan warga Jawa Timur. Opini ini menyoroti perlunya literasi digital dan kesadaran kritis agar masyarakat tidak mudah percaya pada kabar mistis viral.
SUARAJATIMPOST.COM – Isu pocong di Ngawi baru-baru ini hanyalah satu dari sekian banyak kabar mistis yang kerap meramaikan media sosial. Warga sempat panik, video viral beredar, bahkan petugas Damkar ikut terseret dalam cerita. Namun setelah dicek, semua hanyalah hoax yang lahir dari cerita mulut ke mulut, diperkuat dengan unggahan media sosial.
Fenomena semacam ini bukan hal baru di Jawa Timur. Dari isu tuyul pencuri uang, pocong gentayangan di jalan sepi, hingga kisah keranda terbang di tengah desa, semua sering menjadi bahan obrolan sekaligus ketakutan massal. Sayangnya, ketika cerita ini viral di media sosial, ia cepat membentuk kepanikan yang sulit dikendalikan.
Polisi berulang kali mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada kabar mistis. Namun faktanya, rasa takut sering lebih kuat daripada logika. Apalagi jika disertai “bukti” berupa video yang sengaja direkayasa atau cerita yang diperindah agar terdengar nyata.
Di sisi lain, fenomena hoax mistis juga memperlihatkan sisi rapuh masyarakat dalam memilah informasi. Literasi digital yang rendah membuat warga mudah terperangkap pada cerita horor yang belum tentu benar. Bahkan, tak jarang isu mistis dipakai untuk menutupi persoalan sosial lain, mulai dari pencurian, kriminal, hingga persaingan usaha.
Menghadapi situasi ini, langkah yang dibutuhkan bukan hanya patroli polisi, melainkan juga edukasi berkelanjutan. Masyarakat perlu diajak lebih kritis, berani bertanya, dan tidak langsung menelan mentah-mentah kabar yang beredar. Di era digital, hoax mistis bisa lebih cepat menular daripada virus.
Kemerdekaan informasi yang kita nikmati hari ini seharusnya membawa kebebasan berpikir, bukan jebakan ketakutan. Karena sejatinya, pocong paling berbahaya bukan yang melompat-lompat di jalanan, melainkan hoax yang membuat akal sehat terkubur oleh rasa takut yang dibuat-buat. (**)
Sumber: Berbagai sumber
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

