Ekskavasi Hari ke-8 di Area Candi Brahu Mojokerto Temukan Struktur Bangunan Rusak

Struktur bangunan yang diduga pagar candi peninggalan Kerajaan Majapahit itu masih ditemukan satu lapis dan banyak kondisi struktur bangunan yang sudah rusak.

20 May 2025 - 12:02
Ekskavasi Hari ke-8 di Area Candi Brahu Mojokerto Temukan Struktur Bangunan Rusak
Tim ekskavasi penyelamatan situs Candi Brahu saat mengidentifikasi temuan struktur batu bata. (Foto: Syaiful/SJP)

MOJOKERTO, SJPEkskavasi yang dilakukan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur di sekitar Candi Brahu Mojokerto telah memasuki hari ke-8.

Ekskavasi yang dilakukan di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto itu menindaklanjuti dugaan penemuan pagar Kerajaan Majapahit di area Candi Brahu.

Setelah sepekan melakukan penggalian, tim ekskavasi menemukan sebuah struktur batu bata besar berukuran sekitar 30 sentimeter yang membujur memanjang ke timur. 

Struktur bangunan yang diduga pagar candi peninggalan Kerajaan Majapahit itu masih ditemukan satu lapis. Kondisinya pun ditemukan banyak yang sudah rusak. 

"Kami mendapatkan bagian-bagian struktur yang tampak membujur ke timur memanjang. Namun kondisi eksisting ini sudah banyak yang rusak. Kita dapatkan hanya satu lapis. Tapi masih memanjang ke arah timur," kata peneliti sekaligus tim ekskavasi BPK Wilayah XI Jawa Timur, Muhammad Ikhwan, Selasa (20/5/2025). 

Ikhwan menjelaskan, ekskavasi yang memasuki hari ke-8 ini masih dalam tahapan penggalian tanah untuk merunut struktur pagar candi. 

"Kami mencoba merunut dari struktur yang ada terlebih dahulu. Di selatan Candi Brahu memanjang ke timur. Kami menggali jurusannya arah timur lahan yang dibebaskan BPK XI," jelasnya. 

Menurut Ikhwan, ukuran batu bata yang terlihat relatif sama dengan yang ada di struktur Candi Brahu. Ukurannya sekitar 30 sentimeter. Ada juga yang berukuran 8 sentimeter. 

Sejauh ini, kata Ikhwan, belum ada kendala dalam pelaksanaan proses ekskavasi bangunan yang diduga pagar candi tersebut.

"Alhamdulillah ekskavasi tidak ada kendala. Kami juga mendapatkan di selatan jalan. Ini struktur persegi empat panjang berkaitan karena di kompleks sini, kami masih mencari komponen yang ada di sini," terangnya. 

Ikhwan mengatakan, struktur bata yang ditemukan tidak terlalu dalam dari permukaan tanah. Dulunya, lahan yang diekskavasi merupakan lahan bekas pembuatan batu bata. 

"Kedalamannya relatif dangkal. Dari tanah eksisting ada 50 sentimeter. Variatif sih ini. Dengan jalan sudah cukup ledok. Informasi dari warga, dulunya digunakan untuk lahan linggan pembuatan batu bata," ujarnya. 

Meski demikian, pihaknya belum bisa menerangkan seberapa dalam galian tanah yang diperlukan untuk bisa melihat struktur candi secara utuh. Sebab, pengukuran dan dokumentasi temuan belum dilakukan. 

"Kami belum bisa meleveling untuk galiannya. Karena kami masih proses penggalian. Pengukuran (kedalaman) sama pendokumentasian belum," ucapnya. 

Ikhwan menambahkan, proses ekskavasi dilakukan sesuai jadwal. Yakni dari tanggal 13–28 Mei 2025. Lahan yang digali statusnya sudah dibebaskan oleh BPK Wilayah XI Jawa Timur. 

"Untuk tanah area yang kami gali ini sudah dibebaskan. Tidak ada skema sewa lahan," tandasnya. (*) 

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow