Eks Relawan Pemenangan Minta Bupati Nganjuk Mediasi Kasus Ancaman Pembunuhan

Konflik internal Relawan Pemenangan Marhaen Hendy (Relamdy) Nganjuk berujung laporan ke polisi. Seorang anggota merasa diancam celurit di grup WhatsApp.

14 Aug 2025 - 20:38
Eks Relawan Pemenangan Minta Bupati Nganjuk Mediasi Kasus Ancaman Pembunuhan
Murdjito, bekas relawan pemenangan Marhaen Hendy (Relamdy), memberikan keterangan kepada awak media setelah melapor ke Polres Nganjuk terkait ancaman yang diterimanya, Kamis (14/8/2025). (Foto: Kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP — Seorang relawan pemenangan Marhaen Hendy (Relamdy) bernama Murdjito melaporkan rekannya ke polisi. Murdjito, warga Desa Buduran, Kecamatan Bagor, Nganjuk, merasa diancam di grup WhatsApp.

Murdjito, yang akrab dipanggil Tekek, memberikan keterangan di hadapan media seusai dipanggil penyidik di ruang Pidana Khusus (Pidsus) Polres Nganjuk, Kamis (14/8/2025). Dia didampingi rekan media dalam pelaporannya.

“Saya jelaskan semua dari awal, siapa yang mengancam, kapan, dan bagaimana kejadiannya. Polisi memberikan lima pertanyaan pokok untuk mengurai kasus ini,” ujar Murdjito.

Ancaman tersebut, kata Murdjito, berupa pesan suara. Di dalamnya, ada kata-kata seperti "duren dan ketimun", "nuek nuekne aku" (menuakan saya), dan "sing moro aku opo koe, iki onok celurit" (yang datang aku apa kamu, ini ada celurit).

"Onok telu ancamanan, sing nemen kui arap nantang gawe celurit (ada tiga ancaman, yang terakhir membawa senjata celurit) coba diartikan sendiri," kata Murdjito di halaman Polres Nganjuk.

Ditanya apakah masalah ini tidak diselesaikan secara kekeluargaan, Murdjito mengatakan, dia bersedia berdamai jika DSR mengakui kesalahannya. DSR merupakan inisial pelaku yang ada di grup tersebut.

"Jujur, kalau saudara DSR mengakui kesalahannya, saya siap untuk kekeluargaan, tapi kalau tidak mau, ya saya lanjut, meskipun kita satu gerbong di Relamdy," kesalnya.

Dia menambahkan, Bupati Nganjuk Marhaen Junaidi perlu ikut andil dalam memediasi persoalan ini. Sebab, dirinya dan terlapor merupakan satu kelompok tim pemenangan Marhaen–Hendy saat pilkada.

"Namun saya kecewa, karena chat saudara DSR saya kirim ke Marhaen. Tapi justru saya disuruh minta maaf. Apa tidak kebalik seperti ini," kesal Murdjito sembari mengelus dada.

Sementara Bupati Marhaen, yang dihubungi oleh wartawan, mengaku sedang ada giat di Surabaya. Dia tidak memberikan tanggapan lebih lanjut terkait masalah ini. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow