DVIDHA: Dua Dunia Dalam Diri Seorang Dokter sekaligus Perupa
DVIDHA, lukisan hitam putih karya dokter gigi Citra R. S. D, memotret dualitas manusia, antara terang dan gelap sebagai anugerah, bukanlah kutukan.
SURABAYA, SJP—DVIDHA (द्विधा). Dalam bahasa Sanskerta, kata itu memiliki arti dua bagian atau juga bisa terbelah dua. Bukan hanya soal pilihan, tapi tentang keadaan batin yang terus digelayuti oleh manusia. Entah itu terang dan gelap, baik dan buruk, atau damai dan gaduh.
Medan itulah yang sedang dijelajahi oleh Citra Rahmania Sari Dewi, atau yang dikenal dengan nama panggung Citra R. S. D, seorang dokter gigi sekaligus perupa asal Lumajang, lewat karya lukis hitam putih terbarunya yang dia beri judul “DVIDHA”.
"Setiap orang pasti punya dua sisi yang berbeda. Saya ingin menangkap momen lewat lukisan ini," ungkap Citra, Kamis (17/7/2025).
Menghadirkan Dualitas lewat Media Sederhana
"DVIDHA" dibuat dengan media akrilik di atas kanvas dalam proses yang hanya memakan waktu satu minggu. Namun karya itu merupakan buah dari pengamatan yang panjang tentang diri dan sekelilingnya. Lukisan itu turut ditampilkan dalam pameran “Black & White Season 2” di Galeri Raos, Kota Batu, Juni–Juli 2025.
Gaya visualnya sederhana namun simbolik. Digambarkan sebuah pohon kaktus yang terbagi dalam sisi gelap dan terang. Di bagian terang, terlihat bunga yang mekar dan kupu-kupu yang hinggap. Sedangkan di sisi gelap terlihat lebih polos.
Namun kaktus tersebut tetap hidup dan berdiri tegak, seolah berkata bahwa seseorang itu hidup dalam zona abu-abu: yakni tempat di mana semua kemungkinan bertemu.
DVIDHA Dalam Diri Citra
Bak refleksi dari kehidupan pribadinya, Citra sendiri juga terbagi dalam dua sisi kehidupan. Dirinya tidak datang dari latar belakang pendidikan seni rupa. Dia justru menyelesaikan pendidikan sebagai dokter gigi. Saat ini dia aktif sebagai ASN di Puskesmas Lumajang, sembari membuka praktik mandiri.
Namun dunia seni selalu memanggilnya. Dia mulai aktif di dunia seni sejak 200, dan mulai menekuni seni lukis secara konsisten sejak 2018, mengikuti berbagai pameran di banyak kota di Indonesia.
"Melukis itu mungkin jadi bagian dari ruang batin saya, jadi jika sedang bekerja ya bekerja, namun jika ada waktu kosong saya isi dengan kegiatan melukis," ucap Citra.
Sebagai salah satu pengalaman berharga di dunia seni, dia menyebut bahwa keikutsertaan dirinya dalam pameran Black & White Season 2 disebutnya sebagai salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan karier seninya.
"Teman-teman seniman di sini luar biasa terbuka dan merangkul. Tidak ada sekat-sekat. Ilmu dan semangat seni dibagikan dengan tulus. Seniman-seniman dari Batu dan Malang juga sangat peduli dan humble. Jempolan semua," ungkap Citra penuh antusias.
Dia berharap, pameran tersebut bisa terus berlanjut dan menjadi tempat tumbuhnya komunitas seni yang sehat dan berkembang, terutama bagi seniman-seniman perempuan atau mereka yang berasal dari latar belakang non-seni.
Refleksi DVIDHA dalam Hidup
Melalui DVIDHA, Citra seakan menegaskan bahwa manusia bukanlah entitas tunggal yang linear. Dia percaya bahwa menjadi seseorang yang punya dua dunia bukanlah kutukan, melainkan anugerah, selama kita menyadari bahwa keduanya bisa saling mengisi.
Lukisan itu bukan hanya refleksi batin, tapi juga potret dirinya sendiri, yakni seorang perempuan yang membelah waktunya antara klinik dan kanvas, antara prosedur medis dan kebebasan warna.
"Saya percaya sisi buruk manusia tak harus ditolak. Ia bisa dikenali, diajak berdialog, dan akhirnya menjadi bagian dari karya. Justru karena ada dua sisi itulah kita manusia," pungkasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

