Dua Kasus Bullying Pelajar Terjadi sejak Januari, Begini Tanggapan Bupati Blitar

Bupati Blitar Rijanto menyayangkan kejadian ini dan berjanji ke depan akan memperketat pengawasan di sekolah.

03 May 2025 - 19:43
Dua Kasus Bullying Pelajar Terjadi sejak Januari, Begini Tanggapan Bupati Blitar
Tangkapan layar video viral aksi bullying antarpelajar di kawasan Hutan Maliran, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. (Foto: Istimewa)

BLITAR, SJP — Dua kasus bullying terjadi di wilayah Kabupaten Blitar sepanjang tahun 2025 ini. Dua kasus menjadi viral karena aksi bullying itu sengaja direkam dan videonya diunggah di media sosial.

Video aksi bullying pertama muncul di media sosial pada Sabtu (8/3/2025) yang memperlihatkan gadis usia pelajar SMP sedang dipukuli oleh beberapa temannya. Peristiwa itu terjadi di Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.

Kasus kedua terjadi di Hutan Maliran, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Video aksi bullying itu viral setelah diunggah pada Selasa (22/4/2025). Tampak seorang gadis berusia pelajar SMP menangis histeris karena dipukuli oleh empat anak gadis lain.

Korban duduk di atas sepeda motor. Rambutnya dijambak, tubuhnya didorong-dorong dan dipukuli oleh beberapa pelaku.

Bupati Blitar Rijanto sangat menyayangkan kejadian bullying antarpelajar di Kabupaten Blitar. Kejadian ini menjadi pengalaman yang tidak mengenakkan dan harus dijadikan pembelajaran kepada semua pihak, agar tidak terulang kembali.

"Tentunya hal semacam ini terus kita adakan pemantauan pembinaan ke semua sekolah. Kalau murid nakal itu hal yang biasa. Tapi kalau sampai berani mem-bully itu bukan lagi nakal," ujarnya, Sabtu (3/5/2025).

Dalam menangani kasus ini, Pemkab Blitar akan bekerja sama dengan semua pihak. Mulai dari kepolisian, TNI, dan DPRD untuk memantau dan mengawasi kenakalan remaja. Termasuk aksi bullying yang saat ini marak terjadi di Kabupaten Blitar.

"Saya akan rutin berkoordinasi dengan forkopimda untuk menangani masalah ini dan mencegah supaya tidak terjadi lagi di Kabupaten Blitar," kata Rijanto.

Sementara itu, Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uly menegaskan, proses hukum dari kasus bullying masih terus berlangsung. Baik itu kasus bullying yang terjadi di Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, maupun di kawasan Hutan Maliran, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Polisi tengah melakukan proses penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi dari dua kasus bullying antarpelajar tersebut.

"Kami juga akan memberikan sosialisasi untuk mencegah kejadian ini, agar tidak terulang. Bisa jadi, adik-adik pelaku bullying ini tidak tahu sanksi hukum, dari apa yang telah mereka lakukan," imbuhnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow