DLH Bojonegoro Ambil Sampel Limbah Pertamina yang Dianggap Cemari Lingkungan
DLH Bojonegoro datang ke lokasi bersama tim Unit 2 Tipidsus Polres Bojonegoro mengambil sampel dari saluran air yang berada di samping area pengeboran minyak PAD B.
BOJONEGORO, SJP - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro mendatangi lokasi cemaran limbah Pertamina EP Sukowati Field di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas.
Dengan didampingi Unit 2 Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Polres Bojonegoro, DLH mengambil sampel dari saluran air yang berada di samping area pengeboran minyak PAD B.
Kepala Unit 2 Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Polres Bojonegoro, Ipda Ahmad Zaenan Na'im mengaku sudah dua kali datang ke lokasi yang dilaporkan tercemar limbah Pertamina.
"Ini kali kedua kami ke lokasi. Namun yang sekarang untuk mendampingi DLH," ucapnya, Selasa (18/2/2025).
Petugas DLH mengambil sampel sebanyak lima botol untuk dilakukan uji laboratorium. Polres Bojonegoro juga telah melayangkan surat panggilan terhadap Pertamina EP Sukowati Field.
Surat panggilan itu ditembuskan ke SKK Migas untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan pencemaran lingkungan yang dikeluhkan warga.
"Kami juga mengajukan permit izin masuk ke Pertamina," lanjutnya.
Namun hingga kini, surat izin masuk lokasi yang diajukan oleh Polres Bojonegoro belum mendapat jawaban dari pihak Pertamina EP Sukowati Field.
Ipda Ahmad Zaenan menyebut, pada kunjungannya yang kedua, dia menemukan perbedaan pada lokasi yang dilaporkan tercemar limbah tersebut.
Menurutnya, lokasi yang tercemar limbah Pertamina EP Sukowati Field itu kini lebih bersih dibandingkan dengan yang dia lihat saat kunjungan pertama kali.
"Untuk lokasi sudah dibersihkan. Kita gak tahu siapa yang membersihkan," tandasnya.
Sayangnya, petugas dari DLH Kabupaten Bojonegoro enggan memberikan komentar perihal kunjungan mereka ke lokasi cemaran akibat limbah Pertamina tersebut.
Mereka enggan diwawancarai wartawan karena pimpinan DLH Kabupaten Bojonegoro tidak ikut saat kunjungan ke lokasi.
Namun, salah satu petugas DLH yang enggan disebutkan namanya mengatakan, ada beberapa parameter dalam pengambilan sampel.
Dia mengklasifikasikan parameter tersebut menjadi lima item untuk memenuhi baku mutu dalam proses uji laboratorium.
"Sampel kita klasifikasikan jadi lima item untuk memenuhi baku mutu," singkatnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

