Dispendukcapil Jember Turun Langsung Bantu Buatkan Adminduk Nenek Penderita Stroke

Saat ini nenek renta yan sakit stroke, sudah memiliki Adminduk yang sesuai dengan jenis kelamin. Hal ini dilakukan oleh Dispendukcapil Jember saat mendatangan Nenek Tomi

17 Oct 2023 - 12:45
Dispendukcapil Jember Turun Langsung Bantu Buatkan Adminduk Nenek Penderita Stroke
Pihak Dispenduk Kabupaten Jember saat datangi rumah yang bersangkutan dan memberikan layanan Adminduk.(Ulum/SJP)

Kabupaten Jember, SJP - Nenek Tomi (67) warga Dusun Wetan Gunung, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Jember, Jawa Timur, hanya bisa terbaring lemah akibat sakit stroke berat yang dideritanya.

Menurut Kepala Desa Wonojati, Abdurrahman, pihaknya tidak bisa membantu banyak. Karena, untuk mendapat pelayanan kesehatan, Nenek Tomi terkendala persoalan Adminduk.

Namun setelah sebelumnya diberitakan, Kepala Dispendukcapil Jember, Isnaini Dwi Susanti bersama sejumlah stafnya datang berkunjung ke rumah Nenek Tomi dan melihat langsung kondisi yang bersangkutan.

Kata Santi, Nenek Tomi sudah mendapat perbaikan data Adminduk dan bisa digunakan untuk mendapat layanan kesehatan seperti yang diharapkan.

"Kemarin Ahad (15/10/2023) kami sudah bertemu dengan Bu Tomi, dan juga Kepala Desa Wonojati. Kami sudah bisa mengurai kenapa Bu Tomi tidak mempunyai KTP (mengalami persoalan Adminduk)," kata Santi, Selasa (17/10/2023) saat dikonfirmasi via telepon selulernya.

Santi menjelaskan, menelisik persoalan adminduk yang dialami Nenek Tomi, persoalan Adminduk itu karena tidak bisa langsung memproses Kartu Keluarga nenek, akibat kesalahan jenis kelamin.

"Setelah kami pelajari, tahun 2018 Bu Tomi ini membuat KK dan nitip kepada seseorang. Pada saat itu anggota keluarganya ada 3. Yang pertama Bu Tomi ini waktu itu tertulis jenis kelaminnya laki-laki, dan anggotanya adalah yang bernama Pak Sauri (mantan suami Bu Tomi) dan istrinya namanya Ana," jelasnya.

Namun Santi tidak menjelaskan detail bagaimana proses salah data yakni soal jenis kelamin dari Nenek Tomi. Tapi diakui oleh Santi, dirinya baru mengetahui persoalan Adminduk setelah datang berkunjung ke rumah Nenek Tomi.

"Ternyata setelah kami bertemu dengan keluarga, (baru diketahui) ada kesalahan. Bu tomi ini seorang wanita, dan anak yang seharusnya namanya Amalia (tertulis Ana), adalah putrinya. Sedangkan Pak Sauri itu adalah (mantan) suaminya," jelasnya.

"Dari kondisi ini, kemudian kami urai dan ditanyakan kebenarannya. Kami buatkan KK untuk bu Tomi, sekarang jenis kelaminnya perempuan. Kemudian (persoalan Adminduk lain), ternyata putranya yang bernama Ana dan yang benar adalah (bernama) Amalia, kini sudah mempunyai KK sendiri bersama suaminya," sambungnya menjelaskan.

Dengan persoalan Adminduk ini, lebih lanjut Santi menjelaskan, untuk nama-nama yang salah sudah dibenahi, termasuk juga NIK nya.

"NIK Bu Ana yang sekarang sudah menjadi Bu Amalia itu kemudian membuat NIK baru. Dilanjutkan dengan perekaman e-KTP. Untuk NIK bernama Ana kami hapuskan dari KK," jelasnya.

"Untuk Pak Sauri (mantan suami Nenek Tomi), KKnya diperbaiki dengan NIK lama dan (tercatat sudah) melakukan perekaman e-KTP," imbuhnya.

Menurut Santi, persoalan adminduk ini merupakan bentuk kolaborasi yang baik antara pemerintah desa setempat dan semua unsur pendukung lainnya.

"Ini yang seharusnya kita lakukan bersama-sama kolaborasi dengan pak Kades, dan semua masyarakat. Agar menyadari akan pentingnya kevalidan data. Jadi monggo kepada masyarakat kalau ada masalah seperti ini, mari kita urai satu-satu, dan kita harus bertemu. Kerjasama kita semuanya menjadikan data kependudukan di Kabupaten Jember akan satu. Wes wayae data penduduk valid," jelasnya. (*)

Editor : Queen Ve

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow