Dispendik Jember Tarik Oknum Guru Lucuti Siswa dan Lakukan Pemulihan Trauma Siswa

Selain menarik guru yang bersangkutan, Dispendik menggandeng Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk melakukan pemulihan trauma (trauma healing) bagi para siswa.

11 Feb 2026 - 13:00
Dispendik Jember Tarik Oknum Guru Lucuti Siswa dan Lakukan Pemulihan Trauma Siswa
Teks Foto:Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Arief Cahyono (Ulum/SJP)

JEMBER, SJP — Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember bertindak cepat dalam menangani insiden tindakan berlebihan yang dilakukan oleh oknum guru di SDN 02 Jelbuk, oknum guru itu tega melucuti pakaian 22 siswa gegara ada uang yang hilang. 

Selain menarik guru yang bersangkutan, Dispendik menggandeng Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk melakukan pemulihan trauma (trauma healing) bagi para siswa.

Kasus ini sebelumnya sempat viral di berbagai platform media sosial dan memicu beragam reaksi dari masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tjahjono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menempuh langkah persuasif dengan mendatangi sekolah dan berdialog langsung dengan para wali murid pada Ahad (8/2/2026) lalu.

"Kami berembuk dengan para wali murid untuk mencari solusi terbaik agar permasalahan ini tidak berlarut-larut. Pada prinsipnya, kami ingin kegiatan belajar mengajar tetap berjalan tanpa gangguan," ujar Arief, Rabu (11/2/2026).

Arief menegaskan bahwa aspirasi wali murid yang menuntut tindakan tegas telah diakomodasi. Pada Senin (9/2/2026), oknum guru tersebut telah dipanggil secara resmi ke kantor Dinas Pendidikan untuk menjalani proses pembinaan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Kami sudah memanggil guru yang bersangkutan ke kantor Dispendik sesuai permintaan para wali murid untuk menjalani proses pembinaan," tuturnya.

Ia menambahkan, penanganan tidak hanya berhenti pada tindakan administratif. Fokus utama saat ini adalah memulihkan kondisi psikologis para siswa di SDN 02 Jelbuk pascainsiden tersebut.

"Pagi tadi, tim Dinas Pendidikan kembali ke sekolah bersama tim dari KPAI untuk melakukan trauma healing. Langkah ini penting agar para siswa tidak mengalami trauma mendalam," papar Arief.

Insiden yang dipicu oleh hilangnya uang tersebut menjadi evaluasi penting bagi dunia pendidikan di Jember. Arief berkomitmen untuk memperbaiki kinerja internal serta memperketat pengawasan melalui peran pengawas sekolah.

"Kami tidak ingin peristiwa serupa terulang kembali. Tindakan tersebut tidak hanya merugikan individu dan lembaga, tetapi terutama merugikan para siswa," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow